Kepala KPKNL Mataram Kurniawan Catur Andrianto menyampaikan, kegiatan lelang dilakukan guna membangkitkan semangat amal dan kepedulian sosial diantara sesama dalam rangka pemulihan ekonomi nasional dari Pandemi Covid-19.
"Kita harapkan dapat mempromosikan produk-produk UMKM Lombok, bila bercermin pada ekonomi tahun 1998 lalu sektor ekonomi yang bertahan adalah UMKM. Artinya, dari pengusaha-pengusaha kecil inilah perekonomian kita bisa bangkit," terangnya di sela-sela kegiatan, di kantor Baznas NTB, Selasa (5/4/2022).
Kegiatan amal lelang yang dimulai dari terkecil, sambungnya, dapat berdampak pada sektor-sektor yang lebih besar untuk berbuat serupa. Harapan tersebut sempat disampaikan pada ajang MotoGP Mandalika, dimana para pebalap memberikan sejumlah merchandise yang telah ditandatangani untuk lelang amal.
"Ada 10 item merchandise MotoGP yang sudah ditandatangani para riders untuk kita lelang nanti, kita harapkan hasilnya nanti lebih besar," tambah Catur.
Kepala Baznas NTB Muhammad Said mengapresiasi, kegiatan tersebut sebagai bagian dari amal pada bulan puasa Ramadan.
"Ini sangat positif yang bisa dilaksanakan lembaga swasta," katanya.
Sejauh ini, Baznas NTB menargetkan pengumpulan zakat dari kalangan ASN. Guna meningkatkan target pengumpulan zakat tahun 2022 sebesar Rp 32,5 miliar maka Baznas lakukan pengumpulan dari luar ASN.
"Semoga semakin banyak lagi pihak luar bisa bekerja sama dengan Baznas, tidak hanya mendistribusikan tetapi turut mengumpulkan," tukasnya.
Ketua Dekranasda NTB Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menuturkan, penyerahan hasil lelang amal produk UMKM kepada Baznas NTB merupakan rangkaian kegiatan lelang amal antara KPKNL Mataram bersama Dekranasda (NTB) melalui platform lelang. Diakui, kegiatan lelang masih awam di masyarakat sehingga pihaknya perlahan-lahan memperkenalkan agar menjadi terbiasa.
"Sebagian besar pembeli memang berniat untuk beramal dan beli produk UMKM, meski harga jualnya lebih tinggi karena didasari niatan untuk beramal," ucapnya. (ewi/r10) Editor : Baiq Farida