Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Nasi Puyung dan Kopi Tambora Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Rury Anjas Andita • Senin, 23 Mei 2022 | 12:00 WIB
Kepala Dinas Dikbud NTB Aidy Furqan (Dok Lombok Post)
Kepala Dinas Dikbud NTB Aidy Furqan (Dok Lombok Post)
MATARAM-Nasi Puyung hingga Sate Rembiga diusulkan Pemprov NTB untuk bisa masuk dalam warisan budaya tak benda, melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). ”Ada juga Kangkung Lombok dan Kopi Tambora. Sudah diusulkan, tinggal menunggu keputusan,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB Aidy Furqan.

Kangkung Lombok, Kopi Tambora, Sate Rembiga diharapkan bisa menyusul kuliner lain di NTB, yang telah lebih dulu ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda pada tahun lalu. Seperti Ayam Taliwang.

Aidy mengatakan, ada sekitar 12 warisan budaya tak benda milik NTB yang telah ditetapkan Kemendikbud hingga 2021. Misalnya Tari Sireh dari Lombok Barat, yang bersama Ayam Taliwang, Tari Gandrung Lombok, dan Sambal Cengeh menjadi warisan budaya tak benda di 2021. ”Kita usulkan hampir 150, Alhamdulillah bisa keluar 4,” ujarnya.

Selain itu, ada juga warisan benda yang telah ditetapkan, seperti pisau kecil atau disebut Pemaje dan gambus. ”Kita terus kawal warisan budaya, tradisi, kesenian, sampai peralatan original dari NTB,” tegas Aidy usai Gebyar Budaya 2022 di Taman Mayura, akhir pekan lalu.

Sementara itu, Gubernur NTB Zulkieflimansyah menyambut baik diselenggarakannya Gebyar Budaya Tahun 2022 di Provinsi NTB. Ia juga mengapresiasi yang setinggi-tingginya kegiatan ini karena dihadiri oleh seluruh perwakilan BPNB yang memperkenalkan budayanya masing-masing.

”Ini merupkan momentum yang tepat untuk seluruh masyarakat khususnya NTB untuk berziarah ke masa lalu melihat kekayaan budaya di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Zul berharap dengan adanya kegiatan ini akan menciptakan tali persaudaraan dan persahabatan yang erat antar pegiat budaya yang hadir maupun mengikuti segala kegiatan di Gebyar Budaya ini.

”Mudah-mudahan ini menciptakan persaudaran dan persahabatan yang erat bagi yang hadir,” tandasnya. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#nasi puyung #warisan budaya #Kemendikbudristekdikti #Dikbud NTB #Kopi Tambora