Kangkung Lombok, Kopi Tambora, Sate Rembiga diharapkan bisa menyusul kuliner lain di NTB, yang telah lebih dulu ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda pada tahun lalu. Seperti Ayam Taliwang.
Aidy mengatakan, ada sekitar 12 warisan budaya tak benda milik NTB yang telah ditetapkan Kemendikbud hingga 2021. Misalnya Tari Sireh dari Lombok Barat, yang bersama Ayam Taliwang, Tari Gandrung Lombok, dan Sambal Cengeh menjadi warisan budaya tak benda di 2021. ”Kita usulkan hampir 150, Alhamdulillah bisa keluar 4,” ujarnya.
Selain itu, ada juga warisan benda yang telah ditetapkan, seperti pisau kecil atau disebut Pemaje dan gambus. ”Kita terus kawal warisan budaya, tradisi, kesenian, sampai peralatan original dari NTB,” tegas Aidy usai Gebyar Budaya 2022 di Taman Mayura, akhir pekan lalu.
Sementara itu, Gubernur NTB Zulkieflimansyah menyambut baik diselenggarakannya Gebyar Budaya Tahun 2022 di Provinsi NTB. Ia juga mengapresiasi yang setinggi-tingginya kegiatan ini karena dihadiri oleh seluruh perwakilan BPNB yang memperkenalkan budayanya masing-masing.
”Ini merupkan momentum yang tepat untuk seluruh masyarakat khususnya NTB untuk berziarah ke masa lalu melihat kekayaan budaya di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Zul berharap dengan adanya kegiatan ini akan menciptakan tali persaudaraan dan persahabatan yang erat antar pegiat budaya yang hadir maupun mengikuti segala kegiatan di Gebyar Budaya ini.
”Mudah-mudahan ini menciptakan persaudaran dan persahabatan yang erat bagi yang hadir,” tandasnya. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita