"Prestasi sekarang ibarat pecah telur lagi bagi NTB setelah 17 tahun lamanya," ungkap Ketua 4B Organizer Pemegang License Puteri Indonesia NTB Farida Istiarini dalam konferensi pers di Bale Kriya NTB, Jumat (10/6/2022).
Prestasi ini adalah pencapaian yang sungguh luar biasa telah diraih Puteri Indonesia NTB 2022 pada ajang Puteri Indonesia 2022, yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 27 Mei lalu.
Selain itu, selama dua tahun berturut-turut 4B Organizer selaku penyelenggara Tim Puteri Indonesia NTB mendapatkan penghargaan sebagai Penyelenggara Terbaik Pemilihan Puteri Indonesia Daerah Tahun 2020 dan 2022.
Penghargaan lain juga berhasil diraih Sheilla Intan Permatasari. Ia menyebutkan, Sheilla Intan Permatasari sebagai Runner Up 1 Best Evening Gown dalam fashion show berbasis budaya yang diikuti oleh 44 finalis Puteri Indonesia lainnya dari masing-masing provinsi.
"Dalam balutan Evening Gown berbasis budaya yang syarat dengan makna filosofi tertuang dalam Mentari Mandalika karya designer muda dan berbakat Panji Purboasmoro," tuturnya.
Pada kesempatan itu, atas nama Tim Puteri Indonesia NTB menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya kepada para sponsor yang telah banyak mendukung perwakilan Puteri Indonesia NTB 2022 Sheilla Intan Permatasari.
"Ucapan terima kasih kepada Modes Mini, Kates Bride, Miracle Clinic, Blitz Studio, Jolli Saurire Dental Care, Live Studio, Yollanda Make Up Artist, Alkhair Gallery, Karisma Pamungkas Make Up Artist dan UMKM serta para sponsor lainnya yang tak bisa kami sebutkan satu per satu," terang Farida.
Meski demikian, kedepannya seluruh tim dan pihak terkait dapat terus berkontribusi untuk semakin memperkenalkan NTB di kontestasi nasional bahkan internasional melalui ajang Puteri Indonesia.
"Untuk ke depan target (prestasi, red) kami adalah tiga besar. Tentunya setelah melakukan segala evaluasi dan perbaikan, persiapan lebih matang dari prestasi yang diraih saat ini," pungkasnya.
Ketua Dekranasda NTB Hj Niken Saptarini Widyawati menyampaikan, agenda berikutnya Dekranasda akan menggandeng Puteri Indonesia NTB 2022 untuk mensosialisasikan pencegahan pernikahan usia dini di Pendopo Bupati Lombok Tengah.
Kenapa di Lombok Tengah, dijelaskan Bunda Niken karena angka dispensasi pernikahannya cukup tinggi artinya pada tahun 2021 banyak terjadi pernikahan dini pada anak-anak.
"Kewaspadaan ini harus dilakukan semua stakeholder dan bersama-sama menanggulangi pencegahan nikah usia dini," tambahnya.
Bunda Niken berharap, dengan hadirnya Puteri Indonesia NTB 2022 di pendopo Bupati Lombok Tengah bisa menjadi pemicu semangat mereka generasi muda. Serta memberikan informasi yang positif pada generasi muda terutama perempuan untuk lebih banyak belajar meriah ilmu.
"Bahwa masa depan mereka masih sangat cerah, raihlah cita-cita dan prioritaskan sekolah. Sebagai sesama generasi muda, mungkin Sheilla lebih mudah memahami bahasa mereka dan berikan inspirasi," katanya.
Puteri Indonesia NTB 2022 Sheilla Intan Permatasari menambahkan, sangat siap untuk berkolaborasi mewujudkan peningkatan pariwisata NTB. Untuk mempromosikan pariwisata NTB ini dirinya akan menggunakan sosial media yang dimiliki, cara ini diyakini dapat menjangkau informasi lebih luas lagi.
"Pariwisata kita perlu dibenahi dari masyarakat yang tinggal di area wisata itu sendiri. Memberikan edukasi dan sosialisasi dalam menangani wisatawan yang akan datang, seperti kesiapan produk oleh-oleh khas NTB," terangnya.
Menurutnya, destinasi-destinasi wisata yang ada harus bersih dari sampah. Sehingga diperlukan kerja sama dari stakeholder terkait untuk memberikan pembinaan pada warga setempat hingga pengunjung dalam menjaga kebersihan lingkungan wisata.
"Ini masukan yang cukup baik yang mesti ditindaklanjuti," ucap Sheilla.
Menyinggung raihan prestasi dirinya pada ajang Puteri Indonesia 2022, diakui secara pribadi tak menyangka dapat meraih prestasi TOP 11. Mengingat para finalis lainnya memiliki prestasi cukup luar biasa dan kelebihan lainnya.
Dijelaskan Sheilla, Puteri Indonesia memiliki (penilaian, red) dari 3 aspek yaitu bring beauty behavior, prestasi hingga kontribusi finalis di daerah masing-masing, hingga perjalanan pendidikan dan karir dari finalis.
Artinya aspek penilaian ini sangat kompleks, sehingga dirinya yang dari daerah timur tidak menyangka dapat meraih prestasi dibandingkan mega-mega favorit finalis dari ibukota Jakarta.
"Saya merinding dan terkejut, Tuhan tidak tidur atas segala usaha-usaha dan dukungan yang telah diberikan," ucapnya penuh rasa syukur. (ewi/r10) Editor : Baiq Farida