Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perwakilan Kedutaan Polandia Kembali Kunjungi Proyek PLTU Sambelia

Administrator • Senin, 13 Juni 2022 | 11:00 WIB
CEK PROYEK: Perwakilan Kedutaan Polandia mengunjungi lokasi proyek PLTU FTP-2 yang dibangun PLN di Sambelia, Lombok Timur. (Istimewa)
CEK PROYEK: Perwakilan Kedutaan Polandia mengunjungi lokasi proyek PLTU FTP-2 yang dibangun PLN di Sambelia, Lombok Timur. (Istimewa)
MATARAM-Perwakilan Kedutaan Polandia di Indonesia Piotr Firlus kembali mengunjungi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang dibangun PLN (Persero) di Sambelia, Lombok Timur. Ini kali kedua dia datang setelah 2019 silam. Kunjungan kali ini untuk melihat perkembangan investasi yang telah dikucurkan sejak tahun 2018.

“Kunjungan ini sangat penting untuk memberikan suntikan semangat kepada rekanan pelaksana konstruksi pasca pandemi Covid-19, selain untuk menjaga kepercayaan antara PLN dan Polandia sebagai Investor kami,” kata General Manager PLN UIP Nusa Tenggara Wahidin usai menerima Piotr Firlus.

Sebelum ke Lombok, Piotr Firlus terlebih dahulu mengunjungi Dirut PLN dan Dirjen Ketenagalistrikan di Jakarta. Selanjutnya di Lombok dia bertemu Gubernur NTB, kemudian singgah ke kantor PLN UIP Nusa Tenggara untuk mendengarkan pencapaian progres proyek serta kendala yang dihadapi pasca hantaman pandemi Covid-19.

Wahidin menyampaikan, saat ini progres pembangunan mencapai 80 persen. Penyelesaian PLTU FTP-2 ini otomatis menjadi konsen utama PLN untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan Lombok. Melalui kerja sama bilateral yang terjadi, proses alih teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan tentang konstruksi dan sistem pembangkit listrik, proyek ini direncanakan menggunakan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) melebihi 40 persen atau di atas standar yang ditetapkan pemerintah, serta tenaga kerjal lokal yang terlibat mencapai 95 persen dari keseluruhan proses pembangunan.

“Proyek ini adalah hasil kolaborasi bilateral G to G pemerintah Indonesia dengan pemerintah Polandia, dengan banyaknya kendala yang dihadapi terutama pandemi Covid-19, kami melalui Rafako SA (perusahaan Polandia), tetap berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini sesuai dengan target waktu yang telah diberikan oleh PLN,” kata Piotr Firlus pada kesempatan tersebut.

“Dan sebagai salah satu upaya pemenuhan komitmen negara-negara G20, pembangkit kami telah menerapkan teknologi rendah karbon sehingga emisi pembangkit kami lebih rendah dari standart regulasi pemerintah Indonesia,” tambahnya.

Pasca pandemi Covid-19, perkembangan proyek PLTU FTP-2 ini tampak lesu karena hantaman isu komersial hampir di seluruh sektor perekonomian, tak terkecuali konsorsium Rekayasa Industri (Indonesia)-Rafako SA (Polandia) sebagai pelaksana proyek. PLN mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk berkomitmen mengupayakan yang terbaik untuk menghadapi permasalahan-permasalahan yang terjadi sehingga proyek ini bisa segera diselesaikan.

“Kami optimis pembangkit ini akan COD pada pertengahan tahun 2023 untuk dua unit, namun kami akan tetap mengusahakan agar akhir tahun 2022 bisa masuk sistem untuk 1 unit dengan kapasitas 50 MW, tentunya kami butuh dukungan dan doa dari masyarakat NTB,’’ harap Wahidin. (*/r1) Editor : Administrator
#PLTU Sambelia #Listrik #Polandia #PLN UIP Nusra