“Hari puncaknya akan digelar pada 23 Juli dengan tema HAN ‘Anak Indonesia Hebat’ ,” kata Pranata Humas Ahli Madya Biro Humas Kemensos RI Dian Setiawan saat berkunjung ke Graha Pena Lombok, Rabu (15/6).
Dian menyebut, kedatangannya ke Lombok Post sebagai bentuk langkah awal sosialisasi penyelenggaraan HAN. Banyak kegiatan yang akan dilaksanakan selama event berlangsung, salah satunya pelayanan kesehatan bagi anak-anak. Ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia diprediksi hadir.
Melalui kunjungan ini, Kemensos juga berharap bisa meningkatkan peran media massa dalam sosialisasi program penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Sejauh ini, kementerian yang dinakhodai Tri Rismaharini ini telah menggelontorkan sejumlah program nasional ke daerah-daerah, termasuk NTB. Seperti Program Keluarga Harapan (PKH), dan e-warong berupa bantuan pangan non tunai.
“Kuota penerima PKH memang cukup banyak di NTB dan kami akui di lapangan masih ada persoalan yang muncul,” ujarnya.
Dian mengungkapkan, penyaluran PKH ataupun bantuan pangan non tunai (BPNT) mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Data ini didapat dari pemda yang diteruskan ke pemerintah pusat. Terkadang, ketidaksinkronan data dengan kondisi penerima di lapangan menjadi pemicu masalah. “Data ini diupdate setiap bulan oleh pemkab/pemkot,” imbuhnya.
Pemimpin Redaksi Lombok Post Jony Marthadinata menyambut baik rencana Lotim dipercayakan menjadi tuan rumah HAN. Sebagai media terbesar di NTB, Lombok Post siap bekerja sama dengan Kemensos untuk mengawal penyelenggaraan HAN agar berjalan sukses dan lancar.
“Kami meyakini akan ada efek besar yang didapat daerah selama event dilaksanakan,” tandasnya. (ida/r5) Editor : Rury Anjas Andita