“Dari hasil verifikasi kita, total yang kita butuhkan berdasarkan kebutuhan pembangunan berjumlah sekitar Rp 300 miliar lebih,” kata Kepala Dinas Dikbud Lotim Izzuddin pada Lombok Post.
Dari jumlah tersebut, total yang sudah disetujui pada 2023 mendatang sebanyak Rp 100 miliar lebih. Kata Izzuddin, jumlah tersebut terdiri dari SD Rp 58 miliar lebih, dan SMP Rp 41 miliar lebih. Hanya saja, ada sekitar Rp 200 miliar yang masih dalam daftar tunggu atau berwarna kuning pada aplikasi usulan DAK fisik tersebut.
“Inilah yang saya akan pertanyakan langsung ke pusat. Kami sudah minta izin ke bupati untuk ke Jakarta,” jelasnya.
Tujuan Izzuddin ke kementerian adalah untuk memastikan dan mengklarifikasi data usulan yang masuk dalam daftar tunggu. Karena jumlah yang masuk di sana cukup signiifkan. Apalagi jika melihat kebutuhan mendasar yang didapatkan dari pendataan kondisi sekolah.
Menurutnya, dengan jumlah yang sudah pasti didapatkan sebesar Rp 100 miliar lebih tersebut, rehab beberapa sekolah yang mengalami rusak sedang dan ringan dipastikan terakomodir di tahun mendatang. “Insya Allah, yang prioritas sudah kita pastikan akan mendapatkan bantuan tersebut,” jelasnya.
Sebelumnya, ia juga menyayangkan jika DAK Fisik tidak mengakomodir anggaran rehab untuk sekolah rusak berat. Padahal saat ini yang sangat dibutuhkan dan cukup memperihatinkan di puluhan sekolah di Lombok Timur adalah hal tersebut. Terutama sekolah yang terdampak gempa bumi 2018. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita