Uji coba tersebut berlangsung pada Sabtu (20/8) kemarin. KM Kirana VII yang bertolak dari Pelabuhan Merak tiba di terminal PT PDS sekitar pukul 11.00 Wita. Kemudian inposs atau kapal bersandar sempurna pada dermaga PDS sekitar pukul 12.15 Wita.
Sudarta menyebut, penyandaran perdana KM Kirana VII berjalan lancar dan sukses. Proses bongkar muat juga mulus. Ditunjang dengan elevasi pintu kapal yang sejajar dengan lantai dermaga milik PT PDS, meski pada saat bersandarnya KM Kirana VII perairan di Lembar dalam posisi surut.
Lancarnya proses bongkar muat tersebut tak lepas dari spesifikasi pembangunan dermaga PT PDS. Yang dirancang untuk bisa digunakan ketika posisi air laut surut maupun pasang. ”Jadi tidak mengganggu pelayanan bongkar muat kendaraan maupun penumpang,” tuturnya.
Ia menerangkan, pelabuhan merupakan infrastruktur penting yang harus dimiliki daerah. Fungsi yang paling krusial terkait dengan perekonomian. Keberadaan pelabuhan yang mumpuni, akan memudahkan aksesibilitas logistik dari dan ke luar daerah. Pelabuhan juga membuka peluang kerja untuk penduduk di sekitarnya.
Pelabuhan milik PT PDS dibangun untuk mendukung program pemerintah pusat terkait dengan tol laut. Perusahaan berusaha ikut mengambil peran agar tol laut berjalan sukses, sehingga mampu menstabilkan dan menekan biaya logistik.
”Tol laut ini kan berdampak langsung pada pengendalian harga barang dan kebutuhan pokok masyarakat,” sebut Darta.
Lebih lanjut, keberhasilan uji coba sandar dari KM Kirana VII tak lepas juga dari peran stakeholder lainnya. Seperti pengamanan yang dilakukan Polsek KP3 Lembar dan Polsek Lembar; Otoritas Pelabuhan Lembar yang telah mengizinkan uji coba; serta Pelindo.
”Termasuk dengan masyarakat dan pemerintah dusun, ikut bersama-sama memudahkan proses uji coba ini,” tandas Darta. (dit) Editor : Administrator