Saat ini, PLN terus memastikan keandalan sistem kelistrikan di NTB. Di antaranya dengan mendorong transformasi melalui upaya penghematan biaya pokok produksi pada sisi operasional pembangkit. Penguatan keandalan sistem dengan pembangunan infrastruktur kelistrikan yang mumpuni juga dilakukan.
PLN akan melakukan efisiensi pada beberapa area kerja. Di antaranya mendorong penyelesaian pembangunan PLTU Sambelia, Lombok Timur, yang berkapasitas 2 x 50 MW, memastikan ketersedian batu bara untuk pembangkit baseload, serta mempercepat konversi bahan bakar minyak di PLTGU Lombok Peaker menjadi bahan bakar gas.
Hartanto juga memberikan perhatian pada pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di NTB yang sampai saat ini berada di angka 9 persen dari total sumber energi pembangkit yang digunakan PLN. Potensi EBT di NTB adalah sebesar 254,6 MW.
Menurutnya, konversi penggunaan bahan bakar yang ramah lingkungan perlu dilakukan dengan tetap menjaga harmonisasi keandalan sistem dengan memaksimalkan cofiring PLTU, pemanfaatan sumber daya air (PLTMH) dan matahari (PLTS). “Pemanfaatan renewabele energy terus kita dorong. Sesuai semangat PLN untuk menciptakan bauran energi EBT secara nasional sebesar 23 persen pada tahun 2025,” imbuh Hartanto.
Pada kesempatan sama, General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) Wahidin menyampaikan, pihaknya berkomitmen berkomitmen mempercepat penyelesaian pembangkit PLTU Sambelia 2 x 50 MW dan PLTMG di Sumbawa sebesar 30 MW.
General Manager Unit Induk Wilayah NTB Sudjarwo menambahkan bahwa PLN tetap menjaga kualitas pelayanan yang prima kepada para pelanggan, baik untuk pelanggan rumah tangga maupun pelanggan sektor industri dan pariwisata. (*/r1) Editor : Administrator