Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Soal Lokasi Sirkuit MXGP Lombok, IMI NTB Condong ke Eks Bandara Selaparang

Rury Anjas Andita • Minggu, 18 September 2022 | 11:30 WIB
DAPAT DUA SLOT: Balapan MXGP di Indonesia untuk musim 2023 bakal digelar dua kali di Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok. (Laman MXGP)
DAPAT DUA SLOT: Balapan MXGP di Indonesia untuk musim 2023 bakal digelar dua kali di Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok. (Laman MXGP)
MATARAM-Provinsi NTB dipastikan menggelar dua seri balapan Motocross Grand Prix (MXGP) musim 2023. ”Insya Allah dua slot. Masing-masing di (pulau) Sumbawa dan Lombok,” kata Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB dr Lalu Herman Mahaputra.

Rencananya ada dua lokasi yang disiapkan. Pertama, di Sirkuit Samota, Kabupaten Sumbawa. Kedua, di eks Bandara Selaparang, Kota Mataram. Sirkuit Samota telah digunakan saat balapan MXGP perdana di NTB. Hasilnya, banyak pembalap mengapresiasi desain sirkuit yang menantang.

Dua slot balapan MXGP di Sumbawa dan Lombok, diyakini bisa menekan biaya operasional dari tim balap. ”Tidak high cost. Dari Samota geser ke Lombok kan dekat, biayanya tentu sedikit untuk berpindah tempat,” sebut Jack, sapaan karibnya.

Ada beberapa pilihan di Pulau Lombok sebagai lokasi balapan MXGP. Yakni di Sirkuit Lantan, Lombok Tengah dan eks Bandara Selaparang, Kota Mataram. Kedua lokasi tersebut akan dicek langsung InFront. Memastikan layak atau tidaknya dijadikan lokasi balapan.

”Nanti dilakukan visitasi. Mungkin menjelang event ya, bukan sekarang,” ujarnya.

Meski ada dua lokasi alternatif di Pulau Lombok, Jack lebih condong satu slot MXGP digelar di eks Bandara Selaparang. Katanya, balapan dengan label internasional bukan hanya soal sirkuitnya. Tapi juga sarana dan prasarana pendukung event lainnya.

Untuk lokasi di Lombok Tengah, telah terbangun infrastruktur sirkuitnya. Tinggal dipermak untuk memenuhi standar MXGP.

Hanya saja, sarana pendukung lainnya belum cukup. Salah satunya aksesibilitas jalan. Kata Jack, logistik balapan diangkut menggunakan tronton. Tentu membutuhkan akses jalan yang lebar, guna menghindari crowded.

”Aspek pendukung lain juga penting. Kecuali di Lantan mulai sekarang dibangun infrastruktur jalannya, bisa saja,” jelasnya.

Nah, kondisi Eks Bandara Selaparang berkebalikan dengan Lantan. Menurutnya, eks bandara yang berada di tengah Kota Mataram memenuhi kriteria sebagai lokasi balapan internasional. Terdapat hotel bintang di dekatnya, hingga akses jalan yang bisa dilalui truk berukuran jumbo.

Soal model sirkuit di eks Bandara Selaparang, Jack belum bisa memastikannya. Namun, ia menyebut tipikalnya akan berbeda dengan Sirkuit Samota yang ekstrem. ”Jadi di bandara itu jadi semacam refreshing untuk pembalap, tapi tetap sesuai standar. Karena yang ekstrem kan sudah ada di Samota,” tandas Jack.

Sementara itu, National Press Officer di MXGP Samota Poppy Senduk menyebut jadwal balapan MXGP tahun 2023 sudah keluar. Di Samota Sumbawa digelar pada 24-25 Juni, sementara MXGP Lombok dimulai 1-2 Juli.

”Sudah resmi. Tinggal menunggu pengumuman di website MXGP,” kata Poppy. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#IMI NTB #Eks Bandara Selaparang #Seri Lombok #MXGP