Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Infrastruktur Pelabuhan Gili Mas Sudah Oke, Dukung Penuh Pariwisata NTB

Rury Anjas Andita • Selasa, 20 September 2022 | 08:30 WIB
INFRASTRUKTUR MEWAH: Pelabuhan Gili Mas yang dibangun Pelindo di Lombok Barat ikut berkontribusi bagi kemajuan pariwisata di Provinsi NTB. (Didit/Lombok Post)
INFRASTRUKTUR MEWAH: Pelabuhan Gili Mas yang dibangun Pelindo di Lombok Barat ikut berkontribusi bagi kemajuan pariwisata di Provinsi NTB. (Didit/Lombok Post)
KABAR baik bagi sektor pariwisata NTB muncul di penghujung pandemi covid. Datang dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang Lembar. Soal lima kapal pesiar yang akan bersandar di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat di akhir tahun ini.

-----

Pemerintah melalui Pelindo berinvestasi cukup besar untuk pembangunan Pelabuhan Gili Mas, yang telah dimulai dari 2016 lalu. Setidaknya sebanyak Rp 550 miliar uang negara telah digunakan untuk penguatan infrastruktur laut di ujung barat Provinsi NTB ini.

Pembangunan Gili Mas sebagai upaya Pelindo membantu sektor pariwisata di NTB. Sekaligus mempercepat efisiensi rantai logistik melalui program tol laut yang digagas di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Karena itu Pelabuhan Gili Mas memiliki fasilitas dermaga kapal pesiar sekaligus kapal Ro-Ro serta peti kemas. Panjang dermaga di Gili Mas mencapai 440 meter dengan lebar sekitar 26 meter. Adapun kolam labuhnya saat ini mencapai -12 low water spring (LWS) atau rata-rata permukaan air.

Dengan fasilitas dermaga yang mumpuni, Gili Mas mampu untuk disandari kapal pesiar terpanjang di dunia. Yakni Wonder of the Seas yang memiliki panjang mencapai 362 meter.

Aktivitas sandar kapal pesiar telah dimulai tiga tahun silam. Kapal cruise MV Sun Princess yang bertolak dari Australia, perdana bersandar di Pelabuhan Gili Mas pada 5 November 2019. Membawa sekitar 2.013 wisatawan mancanegara dan 828 kru.

Sejumlah kapal pesiar mengikuti jejak MV Sun Princess berlabuh di Pelabuhan Gili Mas hingga awal 2020. Hanya saja, munculnya pandemi covid membuat kedatangan kapal pesiar terkendala di akhir 2020 hingga akhirnya berhenti total selama 2021.

Nah, di penghujung 2022 ini, Pelindo Cabang Lembar menyampaikan kabar baik. Ada lima kapal pesiar yang akan kembali sandar di Pelabuhan Gili Mas. ”Manajemen dari kapal pesiar lebih dulu datang. Untuk melihat fasilitas, sarana, dan prasarana di Gili Mas. Insya Allah kami siap,” kata General Manager Pelindo Cabang Lembar Baharuddin.

Sebagai daerah wisata, kapal pesiar tentu bukan barang baru di Provinsi NTB. Sebelum terbangun Pelabuhan Gili Mas, kapal pesiar telah beberapa kali datang di Pelabuhan Lembar. Hanya saja, kapal harus membuang sauh jauh dari dermaga. Sehingga penumpang butuh sekoci untuk bisa ke daratan Pulau Lombok.

Kata Baharuddin, Infrastruktur Pelabuhan Gili Mas sudah cukup bagus untuk melayani kapal pesiar. Selain dermaga, ada juga terminal penumpang kelas internasional yang bisa menampung sekitar 1.500 orang.

Selama ini waktu sandar kapal pesiar terhitung pendek. Sandar pagi hari, sore atau malamnya sudah angkat jangkar. Baharuddin mengatakan, jika dikaitkan dengan peningkatan ekonomi, setidaknya waktu stay kapal pesiar bisa lebih lama. Menginap satu atau dua hari di Pelabuhan Gili Mas.

”Kami inginnya seperti itu. Sehingga memberi dampak perekonomian masyarakat yang baik,” ujarnya.

Hanya saja, agar cruise tinggal lebih lama di Gili Mas, butuh kolaborasi dengan pihak lain. Seperti pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata (Dispar) hingga pelaku usaha jasa pariwisata.

Manajer Pelayanan Petikemas Pelindo Cabang Lembar Deni Setiawan mengatakan, lama tinggal kapal pesiar yang setengah hari memang cukup singkat. ”Ibarat perkenalan, kalau setengah hari kan rasanya kurang,” kata Deni.

Jika ingin lebih lama, perlu daya tarik lain bagi wisatawan mancanegara yang datang. Kerja kolaborasi antara otoritas pelabuhan sebagai penyedia fasilitas tambatan kapal dengan pemerintah di sektor pariwisata.

Menurutnya, wisatawan mancanegara datang ke Lombok, bukan hanya karena faktor pelabuhan yang bagus. Tapi fasilitas pariwisata di daratan. ”Misalnya soal event, itu bisa jadi daya tarik mereka. Ini tidak bisa datang sendiri dari Pelindo, tapi harus bareng-bareng dengan stakeholder lain,” ujar Deni.

Sementara itu, Kepala Dispar NTB Yusron Hadi mengatakan, atraksi wisata bisa jadi salah satu solusi agar wisatawan kapal pesiar bisa stay lebih lama. ”Apalagi di Lombok dan Sumbawa kan kaya dengan atraksi, budayanya beragam,” kata Yusron.

Sebelum memastikan penyelenggaraan atraksi event, dispar masih melakukan komunikasi dengan Pelindo. Terkait jadwal kedatangan kapal pesiar di Pelabuhan Gili Mas, sehingga bisa disesuaikan dengan event atraksi di destinasi maupun desa wisata.

”Rute perjalanan juga perlu kami ketahui. Jadi ketika nanti mereka datang, atraksi sudah siap di sana,” ujarnya.

Atraksi seni budaya bukan satu-satunya faktor agar wisatawan cruise tinggal lebih lama. Yusron mengatakan, saat ini di Provinsi NTB ada banyak event olahraga internasional. Yang jadwal penyelenggaraannya sudah bisa dipastikan di setiap akhir tahun. Seperti MotoGP yang tahun ini digelar Maret lalu dan World Superbike di November nanti. Ada juga Motocross Grand Prix (MXGP) di Pulau Sumbawa dan Lombok.

Menurut Yusron, event olahraga bergengsi itu bisa jadi salah satu daya tarik wisatawan cruise untuk tinggal lebih lama. ”Mereka bisa datang satu atau dua hari sebelum event. Kemudian berkeliling ke sejumlah destinasi. Dan puncaknya nanti bisa nonton MotoGP maupun WSBK,” tandas Yusron. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#lombok-banyuwangi #Pelabuhan Gili Mas #Tol Laut #Pelindo III Cabang Lembar