Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dinsos NTB Siagakan 870 Tagana Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

Rury Anjas Andita • Jumat, 21 Oktober 2022 | 11:00 WIB
APEL SIAGA: Ratusan Tagana disiagakan Dinsos NTB agar bergerak cepat ketika terjadi bencana di Provinsi NTB. (Didit/Lombok Post)
APEL SIAGA: Ratusan Tagana disiagakan Dinsos NTB agar bergerak cepat ketika terjadi bencana di Provinsi NTB. (Didit/Lombok Post)
MATARAM-Dinas Sosial (Dinsos) NTB menyiagakan ratusan Taruna Siaga Bencana (Tagana). Ini sebagai upaya menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di akhir tahun ini. ”Sudah mulai siaga. Apalagi sudah ada beberapa kejadian bencana banjir kan,” kata Kepala Dinsos NTB Ahsanul Khalik.

Khalik mengatakan, ada sekitar 870 tagana yang tersebar di 10 kabupaten/kota, yang siap bergerak ketika terjadi bencana. ”Mereka tetap piket di posko yang ada di Dinsos kabupaten/kota. Termasuk di provinsi juga,” ujarnya.

Ketika terjadi bencana, tagana langsung bergerak untuk melakukan proses evakuasi. Kemudian menyiapkan lokasi pengungsian dan memperhatikan kebutuhan dari pengungsi yang merupakan korban bencana.

Selanjutnya, tagana melakukan pendataan jumlah pengungsi maupun masyarakat terdampak bencana. Pendataan ini untuk menentukan apa saja kebutuhan masyarakat di lokasi pengungsian pascabencana.

”Dapur umum juga disiapkan Tagana. Termasuk soal trauma healing. Tugasnya ini kolaborasi dengan tim lain yang ikut terlibat dalam penanganan bencana,” jelas Khalik.

Katanya, Tagana juga berperan untuk menguatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat. Tentang potensi bencana yang ada di masing-masing lingkungannya. Sehingga masyarakat bisa melakukan mitigasi secara dini dan mandiri.

”Ini sebagai upaya meminimalisir risiko bencana. Terutama dalam mengurangi kerusakan, kerugian, sampai korban jiwa,” tandasnya.

Sementara itu, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mencatat dari Januari hingga 20 Oktober telah terjadi 57 bencana di Provinsi NTB. Didominasi bencana banjir dan banjir bandang sebanyak 27 peristiwa. Setelah itu langkisau 11 kejadian; kekeringan 9 di sembilan kabupaten/kota; tujuh tanah longsor; dan tiga banjir rob.

Kalak BPBD NTB Ruslan Abdul Gani mengatakan, sejumlah wilayah di Provinsi NTB telah memasuki akhir periode musim kemarau untuk masuk ke musim hujan. Dengan kondisi tersebut pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.

”Ada potensi hujan dan cuaca ekstrem yang terjadi tiba-tiba, yang bisa mengakibatkan bencana,” kata Ruslan. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#Dinsos NTB #siaga bencana #tagana