Kota Mataram menjadi kandidat terkuat sebagai tuan rumah MXGP Lombok. Balapan rencananya dihelat di eks Bandara Selaparang. Namun, panitia juga menyiapkan satu lokasi lain, yakni di wilayah Lingkungan Tohpati,
Dokter Jack, sapaan karib Lalu Herman mengatakan, pembangunan sirkuit di eks Bandara Selaparang harus mengikuti aturan PT Angkasa Pura I selaku pemilik lahan. Karena lokasi ini masih digunakan untuk pendaratan darurat, maka pembuatan sirkuit tidak boleh dilakukan penggalian di eks Bandara Selaparang.
Tapi dari sisi fasilitas pendukung, seperti lokasi parkir hingga area UMKM sudah cukup memadai. Begitu juga lokasi konser untuk menghibur penonton MXGP. Adapun untuk sirkuit alternatif di Tohpati nantinya akan dibangun dari awal. Sebab di lokasi ini masih berupa areal persawahan dengan luas sekitar 6 hektare.
Tohpati sebagai alternatif muncul setelah diskusi bersama gubernur NTB, Samota Enduro Gemilang dan Bank NTB Syariah. Jack mengatakan, penentuan venue untuk MXGP Lombok dilakukan langsung InFront Moto Racing.
Saat ini, panitia sedang menunggu kedatangan track master dari InFront serta Ikatan Motor Indonesia (IMI). ” Rencananya Januari nanti datang. Dua tempat itu sama bagusnya, nanti tinggal dipilih InFront saja,” ujar Jack.
Kata Jack, akan tetap ada pembangunan sirkuit di Tohpati. Yang nantinya akan digunakan untuk agenda Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada Februari 2023. Sirkuit yang dibangun rencananya akan digunakan juga untuk kejuaraan nasional.
”Lahannya milik swasta. Lokasi ini cukup menantang juga, karena masih sepi. Jadi kalau ada event, akan menumbuhkan ekonomi,” tutur Ketua IMI NTB itu.
MXGP akan digelar dua seri di Provinsi NTB mulai 2023. Samota di Kabupaten Sumbawa akan menjadi tuan rumah perdana untuk balapan di akhir Juni 2023. Kemudian dilanjutkan balapan seri kedua di awal Juli untuk Pulau Lombok.
Koordinator MXGP Indonesia Ridwansyah menyebut kepastian lokasi balap di Pulau Lombok masih menunggu InFront. Track master alias pembuat lintasan sirkuit motocross akan melihat lokasi lebih dulu. Mengukur kelebihan dan kekurangan apabila MXGP Lombok digelar di Kota Mataram.
Setelah dipastikan lokasi balapnya, track master akan mulai membangun sirkuit MXGP Lombok pada Januari 2023. Dengan balapan di awal Juli, Ridwan yakin masih ada cukup waktu melakukan persiapan.
”Januari kami rencanakan mulai dibangun sirkuitnya untuk balapan di Lombok,” sebut Ridwan.
Lebih lanjut, adapun untuk persiapan di MXGP Samota, pemprov akan mengupayakan beberapa peningkatan infrastruktur. Guna menambah kenyamanan penonton dan kelancaran balapan.
Di balapan perdana MXGP Samota, diakui Ridwan masih ada kekurangan soal fasilitas pendukung. Disebabkan mepetnya persiapan dengan waktu penyelenggaraan balapan. Nah, dengan sisa waktu sekitar 6 bulan lagi masih ada waktu cukup lama untuk peningkatan fasilitas pendukung.
Pemprov telah meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melanjutkan pengembangan Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin, Sumbawa. Sementara dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melanjutkan pembangunan jalan Samota.
”Ini memang sudah direncanakan. Dengan adanya MXGP, ini harus dipercepat,” kata Ridwan yang juga Kepala Dinas PUPR ini. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita