Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dikes NTB Berikan Sejumlah Rekomendasi untuk Pemkab Lobar

Rury Anjas Andita • Rabu, 8 Maret 2023 | 14:00 WIB
RUSAK: Sebuah lubang terlihat di salah satu fasilitas CPG di Taman Sangkareang. Sementara beberapa orang dewasa ikut memakai fasilitas bermain yang lain, kemarin (1/3).
RUSAK: Sebuah lubang terlihat di salah satu fasilitas CPG di Taman Sangkareang. Sementara beberapa orang dewasa ikut memakai fasilitas bermain yang lain, kemarin (1/3).
MATARAM-Dinas Kesehatan (Dikes) NTB memberikan sejumlah rekomendasi kepada Pemkab Lombok Barat (Lobar). Menyikapi kejadian berulang adanya ibu hamil yang melahirkan di jalanan di wilayah terpencil.

”Kami sudah turun ke lapangan, supaya tahu seperti apa kondisi yang sebenarnya,” kata Kepala Dikes NTB dr Lalu Hamzi Fikri, Selasa (7/3).

Tim dari dikes meninjau lokasi Dusun Meang di Kecamatan Sekotong, Lobar, Senin (6/3). Di dusun ini, pada 19 Februari, seorang ibu bernama Herni melahirkan anaknya di jalanan. Disebabkan akses jalan menuju fasilitas kesehatan terdekat kurang memadai.

Kunjungan tersebut didampingi Dikes Lobar dan Puskesmas Sekotong. Juga Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (DPMPD) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) serta tim Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

”Yang terpenting kami ingin memastikan dari sisi kesiapan petugas (kesehatan). Bagaimana mekanismenya agar ibu hamil terlayani. Supaya tidak terulang kasus yang sama,” ujarnya.

Fikri menyebut ada sejumlah rekomendasi teknis setelah kunjungan lapangan tersebut. Seperti, penguatan manajemen program KIA melalui supervisi fasilitatif yang adekuat dan berkala. Surveilans KIA melakukan pemantauan ibu hamil melalui kohort ibu dan kantong persalinan.

Melakukan ANC (Antenatal Care) sesuai standar dan mengidentifikasi rujukan terencana terhadap ibu hamil yang berisiko. Identifikasi faktor pendukung seperti faskes swasta dan bermitra dengan faskes swasta yang ada di desa.

”Termasuk melakukan pembinaan berkala terhadap semua faskes di wilayah Puskesmas Sekotong,” tuturnya.

Adapun untuk rekomendasi non teknis, berkaitan dengan infrastruktur. Dikes akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk perbaikan infrastruktur jalan. Juga perbaikan terhadap Pos Kesehatan Desa agar layak digunakan serta advokasi untuk optimalisasi pemanfaatan ambulans desa.

”Ini melibatkan lintas sektor dan akan kami upayakan,” ujar Fikri.

Fikri mengatakan, beberapa rencana tindak lanjut juga telah disusun pihaknya. Seperti melakukan pendampingan kepada Pemkab Lobar dan Puskesmas Sekotong untuk penguatan manajemen teknis KIA, sesuai rekomendasi. Assessment juga dilakukan, berkaitan dengan kriteria desa terpencil, sangat terpencil, perbatasan atau kepulauan, terhadap Dusun Meang.

Secara khusus, dikes mendorong agar Pemkab Lobar menetapkan wilayah khusus daerah terpencil perbatasan kepulauan (DTPK). Selama belum ada tindakan untuk perbaikan akses jalan.

”Berdasarkan kunjungan lapangan kami, Dusun Meang ini layak jadi DTPK. Sehingga bisa mendapatkan program pelayanan kesehatan bergerak,” tandasnya.

Pada 19 Februari 2023, ibu hamil bernama Herni melahirkan anaknya di jalan desa, sebelum tiba di faskes terdekat. Proses persalinan ini dibantu dukun beranak.

Kepala Puskesmas Sekotong Mujiburahman mengatakan, ibu rumah tangga tersebut memiliki riwayat melahirkan prematur. Itu merupakan persalinan keempat pasien tersebut. “Ini anak keempat. Dia melahirkan bayi laki-laki,” jelasnya.

Anak pertama hingga keempat lahir prematur. Mujiburahman menjelaskan, hari persalinan bayi prematur tidak bisa diprediksi. ”Karena kondisi bayinya tidak baik, langsung dirujuk ke Rumah Sakit Praya dengan dikawal dua petugas dari klinik,” kata Mujib. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#dikes ntb #Dusun Meang #Ibu Hamil #Pemkab Lobar