Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Keren, PT Kijang Lombok Raya Gratiskan Biaya PMI ke Malaysia

Rury Anjas Andita • Rabu, 15 Maret 2023 | 20:15 WIB
PENYERAHAN UANG: Ketua Komisi V DPRD NTB Lalu Hadrian Irfani dan Direktur PT Kijang Lombok Raya Datuk Fetra Ezimon bersama sejumlah pejabat dan tokoh agama saat penyerahan uang kepada calon PMI di Kota Mataram, Selasa (14/3). (Ist/Lombok Post)
PENYERAHAN UANG: Ketua Komisi V DPRD NTB Lalu Hadrian Irfani dan Direktur PT Kijang Lombok Raya Datuk Fetra Ezimon bersama sejumlah pejabat dan tokoh agama saat penyerahan uang kepada calon PMI di Kota Mataram, Selasa (14/3). (Ist/Lombok Post)
MATARAM-PT Kijang Lombok Raya menggratiskan seluruh biaya pemberangkatan dan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) asal NTB yang akan bekerja di Malaysia. Hal itu dilakukan karena biaya pemberangkatan dan penempatan PMI ditanggung oleh Pemerintah Malaysia melalui perusahaan tempat PMI akan bekerja.

“Selama ini yang saya tahu hanya PT Kijang Lombok Raya yang sudah menjalankan aturan pemerintah. Yakni zero cost (menggratiskan, Red) seluruh biaya PMI untuk bekerja di Malaysia,” kata Ketua Komisi V DPRD NTB Lalu Hadrian Irfani.

Menurut Ketua DPW PKB NTB itu, pemerintah memang telah mengeluarkan aturan zero cost untuk menjadi PMI di Malaysia. Artinya, jika perusahaan memungut biaya dari PMI maka hal itu melanggar aturan dan bisa diproses secara hukum.

Dijelaskan, model yang dilakukan PT Kijang Lombok Raya patut ditiru oleh perusahaan lain. Yakni mengembalikan semua biaya yang dikeluarkan oleh PMI.

“Saya sudah beberapa kali ikut menyaksikan apa yang dilakukan PT Kijang Lombok Raya. Semua uang yang dikeluarkan PMI dikembalikan kepada PMI sebelum mereka berangkat ke Malaysia,” katanya.

Ditambahkan, sampai saat ini memang banyak perusahaan yang memungut biaya dari PMI yang akan bekerja di Malaysia dengan berbagai alasan. Padahal sudah jelas aturannya, bahwa untuk menjadi PMI ke Malaysia tidak dipungut biaya apapun.

“Baru PT Kijang Lombok Raya yang betul-betul melaksanakan aturan zero cost tersebut. Dan ini menjadi contoh di NTB bahkan nasional,” jelasnya.

Hadrian berpesan kepada PMI agar selama bekerja di Malaysia tetap mematuhi aturan. “Selalu ikuti aturan. Bekerjalah yang serius dan jangan lupa ibadah,” pesannya.

Sementara itu, Direktur PT Kijang Lombok Raya Datuk Fetra Ezimon mengatakan, sejak September 2022 hingga Maret 2023 sudah memberangkatkan 1.767 PMI ke Malaysia. “Uang yang dikembalikan ke masing-masing PMI rata-rata Rp 2,5 juta. Uang tersebut diberikan sebelum PMI berangkat ke Malaysia,” katanya.

Sebagian PMI tersebut akan bekerja di ladang Tradewinds dan Boustead Plantation Berhard. “Mereka rata-rata mendapatkan gaji Rp 5,5 juta per bulan,” jelasnya.

Salah seorang PMI asal Loteng mengakui bahwa uang yang dikeluarkan untuk biaya pemberangkatan ke Malaysia sebesar Rp 2,5 juta sudah diterima. "Alhamdulillah uangnya sudah saya terima dan saya berikan ke istri saya untuk kebutuhan sebelum saya bisa kirim uang," katanya.  (lil/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#Pekerja Migran #PT Kijang Lombok Raya #Malaysia