”Kunjungan kerja wakil presiden rencananya selama dua hari,” kata Komandan Korem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Sudarwo Aris Nurcahyo, Rabu (15/3).
Untuk memastikan kesiapan personel pengamanan, danrem memimpin langsung apel gelar pasukan di Lapangan Sangkareang, Kota Mataram, kemarin. Katanya, pengamanan VVIP merupakan tugas kehormatan yang diberikan negara kepada seluruh prajurit.
Tugas itu wajib dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Apalagi wakil presiden merupakan representasi negara yang harus mendapat perlakukan pengamanan khusus. ”Tugas ini bukan hanya TNI, ada Polri serta pemda yang bersinergi untuk pengamanan VVIP,” jelasnya.
Apel gelar pasukan tersebut, sebagai bagian kesiapan personel pengamanan. Kata Brigjen Aris, kesiapan ini tidak saja dilihat per tim, tapi juga individu. Agar mereka bisa menjalankan tugas sesuai prosedur tetap pengamanan VVIP.
Apalagi setiap wilayah memiliki kondisi geografis dan kultur berbeda. Sehingga pengamanan harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan. ”Jadi nanti itu tidak ada namanya tumpang tindih atau bahkan salah prosedur pengamanan,” jelasnya.
Karena itu, danrem meminta seluruh personel yang tergabung dalam Satgas Pengamanan VVIP, memahami dan menguasai prosedur tetap. Termasuk tetap peka dengan kondisi sekitar. Mengantisipasi kemungkinan adanya situasi yang bisa dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
”Personel jangan ragu bertindak. Laksanakan koordinasi optimal dengan seluruh unsur yang terkait,” tegas jenderal bintang satu ini.
Personel pengamanan VVIP juga harus bisa menjaga sikap dan perilaku saat bertugas. Sebab, selama proses pengamanan, akan bersentuhan langsung dengan masyarakat. ”Utamakan faktor keamanan, personel maupun materiil yang jadi tanggung jawab masing-masing,” imbuhnya.
Menurutnya, tugas pengamanan VVIP menjadi penting. Segala bentuk ancaman maupun gangguan yang berisiko membahayakan keselamatan Wakil Presiden, bisa menjatuhkan kehormatan dan kewibawaan pemerintah.
”Harapannya kunjungan Wakil Presiden bersama Ibu dan rombongan lain, bisa berjalan lancar dan aman,” tandas Aris.
Kapenrem 162/WB Mayor Asep Okinawa menerangkan, wakil presiden beserta rombongan akan berkunjung ke Lombok Utara dan Lombok Timur. Masing-masing untuk meresmikan Kawasan Sains Kurnaen Sumadiharga BRIN dan Hari Jadi Nahdlatul Wathan ke-70.
”Hari pertama di KLU dan hari kedua di Lotim. Rencana agendanya seperti itu,” kata Asep.
Dalam kunjungan kali ini, Asep menyebut ada 1.011 personel gabungan yang terlibat dalam pengamanan VVIP. Rinciannya, 31 orang dari Kodam IX/Udayana; 643 orang dari Korem 162/WB; 24 orang dari Lanal Mataram; 51 orang dari Lanud ZAM; Polda NTB 203 orang; dan unsur sipil 59 orang. ”Ada juga unsur pendukung dari pemda,” tandas Asep. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita