“Pengerjaannya masih belum ada kejelasan,” keluh kepala Desa Meninting, Muhammad Sajidin, Jumat (7/4).
Pantauan Lombok Post, baliho imbauan pengalihan arus sudah robek. Mirisnya lagi, di salah satu titik jembatan dipenuhi tumpukan sampah. “Ada penutupan jalan dan imbauan juga tapi kan gak ada yang awasi,” keluhnya.
Menurut dia, karena tidak terurus, jembatan ini jadi tempat pembuangan sampah. Pihak desa sudah berupaya setiap pagi mengangkutnya. Setelah dibersihkan petugas. Sampah kembali menggunung.
“Kita gak tahu kapan dia buang sampahnya, di situ bukan hanya sampah tapi kotoran kuda juga,” keluhnya.
Menyikapi persoalan ini, pemerintah desa sudah berupaya patroli di sekitar jembatan. Langkah ini diakui cukup berhasil. Jembatan tidak dipenuhi sampah lagi. “Mau kita taruh Linmas yang jaga 24 jam di situ, tapi terkenda anggaran juga,” keluhnya lagi.
Sementara itu, Camat Batulayar Afgan Kusumanagera mengatakan sudah ada pemberitahuan akan segera dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS). “Dua bulan lalu sudah ada pemberitahuan bahwa akan segera dikerjakan,” katanya singkat. (cr-thn/r5) Editor : Rury Anjas Andita