Ruas jalan tersebut merupakan jalur logistik dan pariwisata. Sayangnya jalan sepanjang 7,5 kilometer ini rusak dalam beberapa tahun terakhir. Aspalnya bergelombang dan bolong-bolong menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengendara yang melintas.
Dalam perbaikan nanti, pemerintah tidak hanya mengaspal ulang jalan Lembar-Gilimas. Ridwan menyebut akan ada perbaikan yang menyasar tikungan serta tanjakan di ruas jalan tersebut. Agar sesuai dengan standar jalan nasional. ”Nanti kami perlebar hingga 9 meter. Kalau sekarang hanya 6 meter,” ujarnya.
Dari evaluasi yang dilakukan dinas PUPR, ketebalan jalan juga menjadi fokus perbaikan. Kata Ridwan, salah satu penyebab kerusakan di ruas jalan Lembar-Gilimas, disebabkan tingginya beban yang diterima jalan. Banyak kendaraan logistik yang melintas overload, melebihi kemampuan jalan menahan beban di angka 12 ton.
”Itu kami koordinasi juga dengan Perhubungan dan Pelindo. Kami tidak ingin investasi yang begitu besar, jadi cepat rusak. Jalan itu kan rencana umurnya 10 tahun,” jelas Ridwan.
Penanganan jalan rusak Lembar-Gilimas masih berproses di pemerintah pusat, yang tinggal menunggu revisi DIPA Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTB. Revisi DIPA ditargetkan bisa tuntas Juni 2023.
”Setelah rampung, mereka bisa mulai bekerja. Akhir tahun ini insya Allah selesai jalannya,” katanya.
Selain Lembar-Gilimas, ada tiga ruas jalan lain yang penanganannya melalui Inpres Jalan Daerah. Antara lain, Willamaci-Karumbu dan Karumbu-Sape yang ada di Kecamatan Langgudu, membutuhkan anggaran Rp 92 miliar. Ruas jalan di Kabupaten Sumbawa, yang lokasinya akan menjadi akses penghubung menuju sirkuit Motocross Grand Prix (MXGP) Samota. Untuk ruas jalan ini, Dinas PUPR mengusulkan biaya mencapai Rp 176 miliar.
Ruas jalan yang diintervensi pemerintah pusat, dipastikan Ridwan akan ditangani. Sebab, Kementerian PUPR akan membantu selama semua usulan telah memenuhi readiness criteria. Ini terkait dengan desain, dokumen lingkungan, hingga persoalan pembebasan lahan yang telah klir dan klin. ”Dari semua persyaratan itu, semuanya sudah dipenuhi,” katanya.
Ia mengatakan, masih ada ruas jalan lain yang akan ditangani melalui Inpres Jalan Daerah. Yang nantinya akan diusulkan pemda di 2024. Pastinya, seluruh usulan tersebut, apabila disetujui, pengerjaannya harus tuntas sebelum pemerintahan Presiden Joko Widodo berakhir di September 2024. ”Kami akan kawal sisa usulan itu untuk bisa terealisasi,” tandas Ridwan.
Sementara itu, Gubernur NTB Zulkieflimansyah berterimakasih atas atensi pemerintah pusat melalui Menteri PUPR. Yang akan mengakselerasi banyak program pembangunan infrastruktur di Provinsi NTB.
”Alhamdulilah, pemerintah pusat responsnya sangat cepat dan sangat besar perhatiannya untuk NTB,” kata Zul. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita