”Itu dari dua kabupaten, Lombok Tengah dan Lombok Timur. Di daerah lain, seperti Sumbawa tidak ada laporan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB Muhammad Taufieq Hidayat, Rabu (12/7).
Pemprov telah berkoordinasi dengan dua pemda tersebut, kemarin. Menyusun langkah tindak lanjut terhadap potensi gagal panen yang dialami petani tembakau. Taufieq mengatakan, Pemda Lombok Tengah akan melakukan verifikasi lanjutan, by name by address, terhadap pemilik dari lahan untuk tanaman tembakau.
Angka luasan lahan petani tembakau yang rusak, merupakan data global. Sehingga dibutuhkan data yang lebih detail, agar intervensi bantuan maupun penanganannya bisa tepat sasaran.
”Karena ini dihitung berkelompok. Misalnya dua hektare laporannya, dilihat lagi apa dua hektare semua yang rusak,” ujarnya.
Taufieq menyebut sejauh ini sudah ada permintaan bantuan dari petani tembakau. Seperti kompensasi atas tanaman yang gagal panen serta sarana produksi pertanian berupa mesin Rajang. Ada juga yang meminta bantuan penanganan infrastruktur pertanian, seperti drainase.
”Tentu ini harus diidentifikasi dan dipadukan dengan ketersediaan anggaran yang ada,” ucap Taufieq.
Kabid Perkebunan di Distanbun NTB Achmad Rifai mengatakan, luas tanaman tembakau yang terdampak anomali cuaca berada di Lombok Timur 4.245,23 hektare. Serta Lombok Tengah seluas 5.042 hektare. ”Ada yang rusak berat dan rusak ringan,” kata Rifai.
Untuk di Lombok Timur, tanaman tembakau yang rusak tersebar di beberapa kecamatan. Antara lain Kecamatan Jerowaru 3.788,03 hektare; Suela 336,40 hektare; Keruak 100 hektare; Sikur 10,3 hektare; Sakra Barat 5 hektare; Wanasaba 4,90 hektare; Selong 0,3 hektare; dan Sakra 0,3 hektare.
Dari luasan tersebut, Rifai menyebut beberapa hektare tanaman tembakau masih bisa dipanen dan dirajang. Yakni tanaman dengan usia sekitar 1,5 bulan. Daunnya sudah bisa dipanen. Dengan kondisi ini, pemprov akan memfasilitasi bantuan berupa mesin rajang tembakau.
”Kami fasilitasi. Nanti dengan pemda akan mendata kelompok atau petani yang tembakaunya bisa dirajang,” tandasnya.
Sementara itu, Kabid Bidang Produksi Pertanian di Distan Lombok Tengah Zainal Arifin mengatakan, identifikasi akan dilakukan sebelum pemberian bantuan. ”Bicara anggaran, tentu banyak yang terlibat. Ada TAPD, Bappeda, banyak yang harus kami koordinasikan,” kata Arifin. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita