Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gedung Perpustakaan Daerah NTB Masih Minim Fasilitas Dasar

Sanchia Vaneka • Senin, 16 Oktober 2023 | 22:38 WIB

MASIH KURANG: Gedung megah Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi NTB masih belum diimbangi dengan sejumlah fasilitas untuk pengunjung.
MASIH KURANG: Gedung megah Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi NTB masih belum diimbangi dengan sejumlah fasilitas untuk pengunjung.
LombokPost--Pemprov NTB telah membangun gedung baru perpustakaan. Cukup megah, namun masih kekurangan fasilitas dasar sehingga membuat pengunjung belum betah berlama-lama di sana.

 

”Fasilitas kami di sana memang masih ada yang kurang dan belum mencukupi,” kata Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan NTB Amir.

 

Di gedung baru tersebut, belum tersedia musala. Pengunjung yang beragama Islam dan hendak melaksanakan ibadah, terpaksa menggunakan ruang anak di lantai dasar untuk salat. Ada juga yang memanfaatkan musala di Bumi Perkemahan Jaka Mandala.

 

Amir menyebut, pembangunan musala sebelumnya tidak masuk dalam rencana anggaran maupun pembangunan. Sehingga setelah realisasi fisik, tidak terdapat fasilitas musala.

 

Pihaknya kemudian berencana membangun musala di lantai tiga. Dengan memberikan beberapa sekat untuk ruang musala. Namun jika ada anggaran mencukupi, musala akan didirikan di bagian bawah. Anggaran yang dibutuhkan kira-kira sekitar Rp.200 juta. 

 

”Kami sudah mengukur di area belakang bagian barat. Berharap ada beberapa sumbangan pokir,” terangnya. 

 

Gedung baru tiga lantai tersebut baru dilengkapi dengan lima unit AC. Membuat keadaan kurang nyaman bagi pengunjung. Kemudian, rak buku sebagai pelengkap interior perpustakaan juga masih kurang.

 

Rak buku sementara ini masih menggunakan rak dari gedung perpustakaan lama. Yang saat ini keadaannya sudah lapuk termakan rayap dan tidak layak pakai. Sehingga ada beberapa koleksi buku pusda NTB yang tidak ditampilkan di rak. 

 

”Mungkin butuh rak buku yang didesain khusus untuk anti rayap. Masih menunggu rak yang baru,” ucapnya. 

 

Kemudian sarana  prasarana seperti Personal Computer (PC) yang disediakan dalam jumlah sedikit. Hanya ada tiga unit PC yang disediakan untuk digunakan pengunjung. Sedangkan meja untuk PC ada 10 buah.

 

Diakui, keadaan PC dengan jumlah banyak sebenarnya lebih bagus. Itu berfungsi untuk Online Public Access Catalog (OPAC) atau layanan pencari koleksi buku di perpustakaan. Hal ini lantaran sebagian PC yang ada sudah rusak. Dan lainnya digunakan untuk aktivitas administrasi. Jumlah yang dibutuhkan kira-kira 20 unit PC. Ditambah dengan layanan Wifi dengan sinyal lemah. 

 

”Wifi juga perlu kita tingkatkan kapasitasnya. Tapi dengan dana rutin yang ada saat ini, baru itu yang bisa disediakan,” ungkapnya. 

 

Keadaan ini membuat pihak perpustakaan mengajukan anggaran guna pemenuhan fasilitas sarana prasarana. Ada pengajuan ke daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dan, ke pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). 

 

”Kalau untuk jumlah anggaran mungkin disesuaikan dengan kemampuan yang ada,” pungkasnya. (cr-chi/r11) 

Editor : Redaksi Lombok Post
#pusda #perpustakaan #Pemprov NTB