Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Juara MotoGP Mandalika 2023 Dihadiahi Keris dari Perajin Lombok

Kimda Farida • Selasa, 17 Oktober 2023 | 15:17 WIB
BUATAN PERAJIN LOMBOK: Menparekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno saat menyerahkan cinderamata berupa keris buatan perajin Lombok kepada Maverick Vinales pembalap juara dua di ajang MotoGP Mandalika 2023
BUATAN PERAJIN LOMBOK: Menparekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno saat menyerahkan cinderamata berupa keris buatan perajin Lombok kepada Maverick Vinales pembalap juara dua di ajang MotoGP Mandalika 2023

LombokPost--Tiga keris buatan perajin di Lombok dihadiahkan untuk tiga pembalap yang tampil menjadi juara dalam ajang MotoGP Mandalika 2023 pada Minggu (15/10) lalu. Adapun tiga rider penerima keris yakni Francesco Bagnaia di podium pertama, disusul Maverick Vinales dan Fabio Quartararo pada podium kedua dan ketiga. 

Kepada Koran ini, Budayawan Lombok Lalu Kusnawan mengatakan, tiga keris yang diberikan kepada tiga rider usai berhasil memenangkan 27 putaran di Sirkuit Mandalika itu, dibuat langsung oleh para seniman keris asal Pulau Lombok. Bahkan, saat menerima keris tampak wajah kebahagiaan diterima para pembalap tersebut. "Cemooh dong (senang sekali, red)," ujar Lalu Kusnawan, Senin (16/10). 

Dikatakan, ajang MotoGP Mandalika 2023 menjadi celah unjuk gigi keris sebagai souvenir. Ditambah lagi, keris diakui UNESCO sebagai warisan tak benda. "Untuk itu kita bekerja sama dengan perajin keris di semua kabupaten di Lombok, sekaligus kita memperkenalkan ekonomi kreatif kita," timpalnya.

Ia menuturkan, Menteri BUMN Erick Tohir berkesempatan memberikan keris kepada juara pertama MotoGP Mandalika 2023 Francesco Bagnaia. Keris itu dinamai Ki Baru Sawo Sidakala dengan model cerite luk 9 tangkis, sure dan ngulit semangka. 

Keris ini memiliki panjang 42,5 cenimeter (cm), dibuat oleh seniman asal Kecamatan Sakra, Lombok Timur Lalu Ramdan Sakraji, Rahmad Azhari Sumandar beserta rekannya. "Material keris ini dari besi, baja dan pasir besi malela dengan metode tempa lipat," jelasnya. 

Sedangkan, keris yang diberikan kepada Aprilia Maverick Vinales dibuat oleh seniman asal Kecamatan Lingsar, Lombok Barat bernama Muhlis, Muhasim dan kawan-kawan. Keris yang diberikan ke Vinales itu diserahkan oleh Menparekraf Sandiaga Uno. Keris tersebut bernama Ki Baru Lomboq Gumi Paer berjenis Cacaran Dungkul dengan panjang 40 cm. 

"Keris ini bermaterial besi, baja, pasir besi malela, dan meteorit dibuat dengan metode tempa lipat," terangnya. 

Pembalap Yamaha Fabio Quartararo sebagai pemenang ketiga, menerima keris yang bernama Ki Baru Siwaq Sempurne dan diserahkan langsung oleh Pj Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi. Keris tersebut merupakan karya seniman bernama Muhlis dan M. Hartono dan kawan-kawan, asal Kecamatan Lingsar, Lombok Barat dengan model Ngulit Semangka. 

Panjang keris terakhir yang diberi ke rider yang dijuluki El Diablo asal Prancis itu sepanjang 47 cm bermaterial besi, baja dan meteorit dibuat dengan metode tempa lipat. "Semua keris ini sudah memiliki hak cipta dengan dibuktikan dengan surat pencatatan ciptaan selama oleh Kementerian Hukum dan HAM," ucap Ketua IHGMA ini. 

Kusnawan menuturkan, tujuan pemberian souvenir keris kepada pembalap atas nama seluruh perajin di Pulau Lombok, NTB. "Sebagai bentuk kontribusi kita terhadap kemajuan pariwisata dan wujud perhatian kepada pelaku UMKM di bidang ekonomi kreatif," kata Kusnawan. 

Lebih-lebih UNESCO telah mengakui bahwa keris menjadi warisan budaya Indonesia. Untuk mempersiapkan ketiga keris saja hanya memakan waktu satu bulan. Ditambah belum ada kepastian jadi tidaknya keris diberikan sebagai souvenir bagi pembalap yang juara di MotoGP Mandalika 2023. 

"Terlebih keris-keris ini memiliki hak kekayaan intelektual (HKI) dan ini murni karya perajin Lombok dan diberikan kepada pemenang MotoGP," tegasnya. 

Pemberian keris kepada pembalap, kata dia, tidak lepas dari kolaborasi dan sinergitas antara Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, IHGMA dan teman-teman Paguyuban Perkerisan Sasak (Pasek) NTB. "Ini kita berikan di Royal Box, belakang podium dan memang sangat terbatas yang bisa masuk bahkan media," ungkapnya. 

Terpisah, Plt Dinas Pariwisata Loteng Lendek Jayadi menambahkan, pemberian keris kepada pembalap sebagai wujud penghormatan pada tamu. Diberikan sebagai perisai bahwa ada hubungan kedekatan antara yang menerima dan memberi keris. 

"Ini simbol kehormatan pada sebuah empati emosional yang tinggi dari tokoh budaya. Dan ini tidak bisa dinilai dengan rupiah. Sebagai wujud mempromosikan dalam membangun dan merawat budaya," tukasnya. (ewi)

Editor : Kimda Farida
#Fabio Quaratararo #maverick vinales #francesco bagnaia #MotoGP Mandalika 2023