”Ini harus menjadi atensi pemerintah daerah,” tegas Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi NTB Afriyas Ulfah, kemarin (25/10).
Adapun wilayah NTB yang berstatus level Awas kekeringan melanda Kabupaten Dompu, tersebar di Kecamatan Dompu dan Hu’u.
Di Kabupaten Bima, meluas ke beberapa wilayah seperti di Kecamatan Belo, Donggo, Lambitu, Lambu, Langgudu, Sanggar, Sape, Soromandi, hingga Wawo.
Berikutnya di Kota Bima, kekeringan melanda Kecamatan Asakota, dan Raba. Di Kabupaten Lombok Timur, kekeringan masih terjadi di Kecamatan Jerowaru.
Sedangkan di Kabupaten Sumbawa, kekeringan melanda Kecamatan Lape, Moyo Utara, Plampang, dan Rhee.
Sementara itu, berkaitan dengan kondisi terkini iklim NTB, BMKG Stasiun Klimatologi NTB mencatat, curah hujan di wilayah Bumi Gora pada dasarian II Oktober secara umum dalam kategori rendah. Sifat hujan saat ini di wilayah NTB seluruhnya pada kategori Bawah Normal (BN).
Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-turut (HTH) NTB secara umum bervariasi dari Sangat Pendek dari 1 – 5 hari, hingga berada pada kategori ‘Ekstrem Panjang atau lebih dari 60 hari.
”HTH terpanjang tercatat di pos hujan Asakota Kolo, Kota Bima selama 174 hari tanpa hujan,” tandasnya.
Berbicara soal peluang curah hujan, pihaknya melihat hal tersebut masih sangat rendah. Diperkirakan curah hujan dengan intensitas lebih dari 20 mm per dasarian, memiliki probabilitas kejadian lebih dari 30 persen, berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kota Mataram.
”Kemudian di sebagian wilayah Kabupaten Lombok Barat bagian Utara, serta sebagian wilayah Kabupaten Lombok Tengah bagian Barat,” tandasnya.
Kepala Dinas Sosial NTB H Ahsanul Halik melalui TAGANA terus mendistribusikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak kekeringan.
Pihaknya pun melaksanakan apa yang menjadi amanah Penjabat (Pj) Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi, agar tetap melakukan pendistribusian air bersih secara terjadwal. Meski penyaluran air bersih harus melalui medan yang sulit namun pemerintah harus hadir dan memprioritaskan masyarakat yang membutuhkan air.
”Penjabat Gubernur NTB memerintahkan kami bahwa kepentingan masyarakat akan kebutuhan air bersih pada tiga bulan ke depan menjadi prioritas,” kata dia. (yun/r11)
Editor : Redaksi Lombok Post