LombokPost-Nama Sirkuit Mandalika lagi-lagi tidak tercantum di kalender balap kejuaraan dunia World Superbike (WSBK) 2024.
Sirkuit yang sudah tiga kali menggelar WSBK ini tidak terlihat di MOTUL FIM Superbike World Championship 2024, yang dirilis Dorna Sports pada tanggal 17 Januari 2024.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB H Jamaluddin Maladi mengatakan hasil koordinasi dengan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) bahwa balapan tersebut bisa saja digelar di Sirkuit Mandalika ataupun sebaliknya.
”Di kalender sementara yang dirilis bulan Oktober Tahun 2023 lalu, kemudian dirilis lagi kalendernya di awal tahun ini, dan hasilnya nama Sirkuit Mandalika lagi-lagi tidak tercantum, ini kita belum bisa memastikan WSBK 2024 benar-benar tidak ada,” terangnya, pada Lombok Post, Kamis (18/1).
Hingga sekarang, penyebab kejuaraan utama balap motor superbike di dunia itu tidak berlangsung di Indonesia, masih berkutat pada persoalan hosting fee yang harus dibayarkan pemerintah ke Dorna Sports sebagai pemegang hak komersial.
Dirinya menyebut, untuk hosting fee MotoGP saja bisa mencapai Rp 180 miliar, sementara WSBK jumlah hosting fee bisa di angka Rp 100 miliar. ”Jadi memang alasannya masih di persoalan hosting fee itu,” kata dia.
Pemerintah sampai saat ini masih berada di sikap wait and see. Apalagi ada gelaran Pemilu 2024 dalam waktu dekat. Jamal sendiri mengaku tetap menaruh rasa optimis jika WSBK 2024 bisa dihelat di Sirkuit Mandalika.
Ia mengutip pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir bahwa event olahraga harus tetap terselenggara di sirkuit dengan nama resmi Pertamina Mandalika International Circuit itu. ”Pak menteri menyebut bahwa event di Sirkuit Mandalika tidak boleh kosong, dengan begitu besar anggaran untuk membangun sirkuit ini maka ketika tidak ada event atau kegiatan maka ini pemborosan,” kata dia.
”Jadi WSBK ini tetap kita laksanakan tahun ini sambil menunggu anggaran-anggaran dari APBN, itu katanya pak menteri BUMN saat datang beberapa waktu lalu di peresmian (hotel, Red) Pullman itu,” sambung Jamal.
Pria asal Sumbawa ini pun setuju dengan pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir bahwa Sirkuit Mandalika harus dibanjiri gelaran atau event olahraga balap motor maupun balap mobil.
Jamal mengatakan, pemerintah pusat dan Pemprov NTB saat ini dalam posisi siap apabila ditunjuk sebagai tuan rumah, mengingat banyaknya pengalaman yang diperoleh saat menangani event berskala nasional dan internasional.
”Makanya kita bersikap positif-positif dulu walaupun sudah keluar kalender atau jadwal itu,” tandasnya.
Pj Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi tidak kecewa atau khawatir dengan tidak digelarnya WSBK 2024 di Sirkuit Mandalika. Sebaliknya, Gita cukup optimis bahwa ITDC bersama MGPA selaku pengelola Sirkuit Mandalika tidak akan diam dan bisa menghadirkan serta menciptakan event-event lain.
”Saya yakin, ITDC dengan anak dan cucu perusahaannya akan lebih berkreasi membuat event menarik yang lain,” jelasnya. (yun/r11)
Editor : Kimda Farida