Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gagal Panen Picu Produksi Beras di NTB Berpotensi Turun Hingga 156,25 Ribu Ton

Yuyun Kutari • Kamis, 7 Maret 2024 | 17:10 WIB
Musim hujan saat ini membuat ketersediaan air cukup tinggi untuk proses penanaman tanaman padi. Namun, ada prediksi bahwa penurunan produksi akan terjadi di musim panen raya tahap pertama.
Musim hujan saat ini membuat ketersediaan air cukup tinggi untuk proses penanaman tanaman padi. Namun, ada prediksi bahwa penurunan produksi akan terjadi di musim panen raya tahap pertama.

LombokPost--Banjir yang melanda sejumlah wilayah di NTB belakangan ini, bukan hanya merendam pemukiman warga.

Namun juga menggenangi wilayah pertanian.

Akibatnya banyak petani merugi karena gagal panen.

”Kami memantau, memang ada lahan pertanian yang terdampak banjir,” kata Muhammad Taufieq Hidaya selaku kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB, Rabu (6/3).

Diakuinya, permasalahan tersebut menjadi salah satu penyebab, menurunnya produktivitas padi di NTB, pada musim panen raya tahap pertama ini.

Selain juga dipicu karena adanya penyusutan lahan pertanian.

”Gagal panen karena banjir ini akan sedikit mengganggu produktivitas panen. Tetapi dampaknya tidak terlalu besar atau signifikan,” klaimnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya meminta dinas pertanian kabupaten atau kota yang dilanda banjir dan berdampak gagal panen agar segera memberikan bantuan bibit baru.

Sehingga petani segera menanam kembali.

”Ini kita masih berada di jadwal musim tanam,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BPS NTB Wahyuddin menegaskan, luas panen padi tahun ini di NTB mengalami penurunan.

Dalam catatannya, luas panen pada Januari mencapai 5,97 ribu hektare, dan potensi panen sepanjang Februari hingga April diperkirakan seluas 109,41 ribu hektare.

Maka total luas panen padi pada Subround Januari−April 2024 diperkirakan mencapai 115,38 ribu hektare.

”Kondisi ini mengalami penurunan sekitar 43,46 ribu hektare atau 27,36 persen, dibandingkan luas panen padi pada Subround Januari−April 2023 yang seluas 158,85 ribu hektare,” terangnya.

Hal ini berpengaruh pada produksi padi.

Di Januari tahun ini, produksi padi diperkirakan sebesar 32 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG).

Adapun potensi produksi padi sepanjang Februari hingga April mencapai 570,03 ribu ton GKG.

Dengan total potensi produksi padi pada Subround Januari−April yang diperkirakan mencapai 602,03 ribu ton GKG, mengalami penurunan sekitar 274,33 ribu ton GKG atau 31,30 persen.

Berikutnya, jika produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, di Januari tahun ini, produksi beras diperkirakan sebanyak 18,23 ribu ton beras.

Sementara potensi produksi beras sepanjang Februari hingga April sebesar 324,66 ribu ton.

”Maka potensi produksi beras pada Subround Januari−April diperkirakan mencapai 342,89 ribu ton beras atau mengalami penurunan sebesar 156,25 ribu ton atau 31,30 persen, dibandingkan dengan produksi beras pada Januari−April 2023 yang sebesar 499,13 ribu ton beras,” tandasnya. (yun/r11)

Editor : Kimda Farida
#badan pusat stastik (bps) #gagal panen #Banjir #produktivitas padi #lahan pertanian