LombokPost-Hari Bhakti Rimbawan ke-41 diisi dengan penanaman pohon serentak di seluruh Indonesia kemarin (7/3). Kegiatan ini merupakan acara keempat dalam keseluruhan rangkaian penanaman serentak di awal musim penghujan . Di Provinsi NTB sendiri, penanaman bibit pohon dilaksanakan di Kawasan Hutan Sembalun Taman Nasional Gunung Rinjani.
Total, ada 480 bibit pohon yang ditanam di kawasan tersebut di luas lahan sekitar 1 hektare. Ratusan bibit itu berasal dari persemaian permanen Balai Pengelolaan Daerah Air Sungai (BPDAS) Dodokan Moyosari. Tempat penanaman iti merupakan lokasi kegiatan Zona Pemanfaatan Resort Sembalun Seksi Pengelolaan TN Wilayah II, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.
Alue Dohong Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( LHK) yang ikut serta dalam aksi tersebut mengatakan, bibit pohon yang ditanam tersebut kelak akan memberikan manfaat besar untuk kelestarian alam dan kehidupan. Karena itu, dia meminta agar dirawat dan dijaga dengan sebaik-baiknya. "Harapan kita, ini tidak sebatas seremonial, tapi bersama-sama merawatnya," katanya.
Pohon adalah sumber kehidupan. Dengan adanya pohon, kualitas udara akan terjaga, bagus untuk suplai oksigen, hingga mengurangi gas rumah kaca, dan sejumlah manfaat lainnya. Bahkan, pohon Multy Purpose Tree Species (MPTS) atau pohon produktif menjadi sumber pangan. Sumber untuk makanan dan seterusnya.
Dia menjelaskan, pohon MPTS bersifat multiguna . Sebab, bisa bermanfaat dari segi ekologi maupun ekonomi, serta menghasilkan komoditas kayu dan nonkayu. Petani penggarap bisa memanfaatkan komoditas nir-kayu dari tanaman MPTS yang ditanam tanpa melakukan penebangan pohon.
Dalam sambutan Menteri LHK Siti Nurbaya yang disampaikan Wamen Alue Dohong ditegaskan, bahwa penanaman serentak sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim, pemulihan kualitas lingkungan hidup, dan percepatan rehabilitasi hutan dan lahan. Termasuk sebagai upaya memperbaiki kualitas lingkungan.
Keberadaan pohon dan tutupan lahan yang baik akan meningkatkan daya dukung alam dalam mitigasi perubahan iklim, ketahanan pangan, energi dan kesejahteraan seluruh mahluk hidup.
Ini akan mengurangi dampak perubahan iklim yang telah nyata dirasakan di tingkat tapak, regional dan global.
"Ini adalah langkah positif untuk merestorasi dan melindungi lingkungan. Kita tidak hanya memberikan manfaat bagi bumi, tetapi juga menciptakan warisan untuk generasi mendatang," kata Menteri LHK melalui Wamen Alue Dohong.
Kepala BPDAS Dodokan Moyosari Umar Nasir menambahkan, pemilihan jenis tanaman merupakan jenis endemik. Seperti pohon Kelicung, yang merupakan jenis kayu mewah asli Lombok mirip dengan ebony (kayu hitam) di Sulawesi Tengah.
Ada juga pohon Klokos, Jukut, dan Beringin. Umar Nasir mengaku, karena itu jenis tanaman endemik atau asli lokal lombok, maka sangat penting dijaga kelestariannya. "Yang mempunyai fungsi konservasi tanah, perlindungan mata air dan kesuburan tanah," ujarnya. (bib)