Ekonomi Provinsi NTB mulai memberikan harapan baru. Hal ini terlihat dari nilai ekspor sejumlah komoditas NTB menunjukkan tren yang terus meningkat. Selain itu, neraca perdagangan Provinsi NTB mengalami surplus.
………………………
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, nilai ekspor Provinsi NTB mengalami peningkatan. Pada Februari 2024 sebesar USD 230 juta, meningkat sekitar 24,90 persen dibanding bulan sebelumnya. Sementara nilai impor pada Februari 2024 sebesar USD 144 juta.
Begitu juga dengan neraca perdagangan Provinsi NTB. Pada Februari 2024 mengalami surplus sebesar USD 86,44 juta. Adapun secara kumulatif dari Januari-Februari 2024 mengalami surplus sebesar USD 99,74 juta.
“Nilai ekspor NTB menunjukkan tren yang terus meningkat dari tahun ke tahun maupun bulan ke bulan," kata Kepala BPS Provinsi NTB Drs Wahyudin, MM.
Kelompok komoditas ekspor terbesar adalah barang galian/tambang nonmigas. Selanjutnya garam, belerang dan kapur, perhiasan/permata, berbagai produk kimia, biji-bijian berminyak, ikan, dan udang.
Sementara untuk kelompok komoditas impor, nilai terbesar pada Februari 2024 adalah mesin-mesin atau pesawat mekanik. Selanjutnya mesin dan peralatan listrik, produk keramik, karet dan barang dari karet, plastik dan barang dari plastik, perangkat optik.
Sebelumnya, nilai ekspor pada Januari 2024 sebesar USD 184,72 juta mengalami peningkatan. Jumlah tersebut juga lebih besar dari nilai impor pada Januari 2024 sebesar USD 171,42 Juta. Komoditas ekspor terbanyak didominasi barang galian tambang non migas.
Nilai ekspor pada Desember 2023 sebesar USD 375,34 juta, naik sebesar 49,87 persen dibanding November 2023. Dan naik 61,56 persen dibanding Desember 2022.
Komoditas ekspor terbesar masih dipegang barang galian/tambang nonmigas. Sebagian besar ditujukan ke Jepang, India, dan Korea Selatan.
Begitu juga pada Oktober 2023, ekspor Provinsi NTB sebesar USD 261,24 juta. Meningkat 206,29 persen dibanding September 2023. Sementara neraca perdagangan Provinsi NTB pada Oktober 2023 juga mengalami surplus sebesar USD 180,72 juta.
Penjabat Gubernur NTB Drs HL Gita Ariadi mengatakan, Pemprov NTB berkomitmen untuk terus mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang mendukung perkembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Termasuk bagaimana mendorong peningkatan ekspor terhadap berbagai komoditas yang dihasilkan masyarakat, terutama komoditas unggulan. Mulai dari hasil pertanian, perkebunan, kelautan, hingga produk UMKM.
“Kita akan terus mendorong agar lebih banyak lagi komoditas kita yang bisa dijual atau diekspor,” kata Miq Gite.
Karena itu, diperlukan upaya-upaya strategis dalam meningkatkan nilai ekspor, sehingga akan terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Pemprov NTB akan terus melakukan berbagai kebijakan untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Miq Gite.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.AP menjelaskan, selain hasil tambang, sejumlah komoditas juga ikut menyumbang peningkatan ekspor NTB.
“Produk-produk UMKM kita termasuk hasil perkebunan berupa vanili telah ikut mendongkar nilai ekspor kita,” kata Baiq Nelly.
Dijelaskan, selama ini produk-produk UMKM asal NTB banyak diminati pasar mancanegara. Selain adanya permintaan langsung dari luar negeri, penjualan hasil komoditas NTB juga dilakukan saat gelaran event-event internasional.
“Produk kita juga diminati oleh negara-negara Eropa, Asia, Australia ataupun Amerika,” kata Baiq Nelly.
Sejumlah produk ekspor utama NTB selain bijih logam, yakni udang, mutiara, buah-buahan, serta makanan olahan dan rumput laut. Selanjutnya kerajinan ketak, mutiara, vanili, dan indukan udang vaname.
Sebelumnya, NTB melakukan ekspor komoditi vanili organik sekitar 2,360 ton dengan perkiraan nilai Rp 3 miliar. Negara yang menjadi tujuan ekspor adalah Amerika Serikat.
Dibukanya kembali ekspor vanili ke USA ini tidak saja soal nilai ekspornya. Namun yang lebih utama lagi adalah kepercayaan masyarakat luar negeri terhadap kualitas komoditas yang dihasilkan di daerah NTB.
Vanili telah menjadi komoditas yang spesial lantaran tidak tumbuh di semua negara. Tumbuhan ini sangat berpotensi dikembangkan di NTB. Vanili Lombok juga telah mendapatkan sertifikat dengan kualitas internasional sehingga bisa dilakukan ekspor. (lil)
Editor : Haliludin