LombokPost-Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa se-NTB, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur NTB. Salah satu yang menjadi fokus tuntutan mereka adalah pemerintah daerah (pemda) harus bergerak cepat menurunkan atau menstabilkan harga kebutuhan pokok (bapok) di pasaran.
”Kami menyampaikan aspirasi ini agar apa yang terjadi saat sekarang harus segera diatasi oleh pemerintah, atau penjabat gubernur NTB,” terang Erik selaku koordinator aksi yang juga mahasiswa Universitas 45 Mataram, kemarin (20/3).
Pihaknya menegaskan, dengan kondisi kenaikan bapok saat ini, tentu menyusahkan masyarakat rakyat kecil. Untuk itu, mahasiswa turun ke jalan menyuarakan, melawan, hingga menyadarkan Pemprov NTB, bahwa ada rakyat yang merasa resah dan gelisah dengan harga bapok terus melambung tinggi.
”Kami tidak bisa diam menyaksikan semua itu, pemerintah seharusnya bisa segera mengatasinya, ini tidak bisa dibiarkan begitu saja,” kata dia.
Karena itu, pihaknya mendesak agar pemprov melalui Peraturan Gubernur (Pergub) NTB menetapkan harga standar komoditas pertanian. Ini untuk menekan kenaikan harga bapok. Misalnya, kenaikan harga beras dalam beberapa waktu belakangan ini, menurut dia sangat memberatkan rakyat kecil.
Jika memang regulasi di tingkat nasional dan daerah telah dibuat, justru disinilah peran pemerintah daerah untuk mengawal implementasinya. ”Kita demo banyak yang kawal, gerak gerik mahasiswa yang akan melakukan aksi banyak yang kawal, tetapi kenaikan harga bapok ini siapa yang kawal? Mana mereka yang kawal harga-harga itu,” kata dia mempertanyakan tugas Pemprov NTB.
Yang diinginkan mahasiswa, jangan hanya membuat regulasi untuk sekedar menjalankan tugas dan kewajiban, atau sekedar formalitas belaka. ”Bagaimana kerja-kerja pemerintah ini harus nyata, lihat bagaimana masyarakat ini teriak karena harga bapok melambung tinggi, jangan duduk diam dapat laporan,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten III Setda NTB H Wirawan Ahmad yang turun langsung berdialog dengan mahasiswa, turut menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menstabilkan harga bapok saat ini.
Ia berjanji, apa yang menjadi tuntutan mahasiswa akan menjadi bahan laporan ke Pj Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi, yang ketika itu tidak hadir karena sedang menjalani evaluasi kinerja Triwulan II di Kemendagri.
”Kami mengapresiasi apa yang dilakukan adik-adik mahasiswa, kami tidak akan tutup mata dengan kondisi yang, segera kami koordinasikan dengan pihak terkait untuk membahasnya,” jelas dia. (yun/r11)
Editor : Akbar Sirinawa