LombokPost-Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) belum optimal dalam menurunkan kemiskinan di Bumi Gora. Bahkan, di tahun 2023 lalu mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun 2022 lalu.
Saat ini, tercatat 751.230 penduduk miskin di NTB atau 13,85 persen. Sementara di tahun 2022 jumlahnya sebesar 731.940 jiwa 13,68 persen. ”Meningkat 0,17 persen di tahun 2023," kata Pj Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi, Senin (25/3).
Sementara untuk kemiskinan ekstrem menurun 0,65 persen. Saat ini, kemiskinan ekstrem berada di angka 32.939 jiwa. Gita mengakui, bahwa penurunannya masih belum signifikan. Ini menimbulkan kekhawatiran tidak mampu tertuntaskannya kemiskinan ekstrem menjadi 0 persen pada akhir tahun 2024," katanya.
Meski begitu, Pemprov terus melakukan berbagai upaya konkrit percepatan penurunan kemiskinan ekstrem di NTB. Komitmen itu tertuang dalam Keputusan Gubernur tentang Pemetaan Desa Prioritas Desa Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem, pemutakhiran data, penguatan TKPKD, pemetaan program, penguatan gerakan multi pihak serta pemberian bantuan melalui kegiatan Jumat Salam kepada UMKM dan IKM berbasis data P3KE.
Dengan berbagai upaya tersebut, dia yakin pemerintah akan bisa menurunkan kemiskinan. Meski belum bisa sesuai target, tetapi setidaknya bisa terus ditekankan. "Yang pasti, sudah ada keseriusan dari pemprov," ujarnya.
Penurunan kemiskinan itu masuk dalam kegiatan unggulan Pemprov NTB. Hal tersebut tertuang dalam RPD Provinsi NTB tahun 2024-2026 dan menjadi bagian integral dari program nasional. "Tidak hanya pengentasan kemiskinan ekstrem, tetapi ada juga beberapa program unggulan lainnya.
Miq Gite mencontohkan dengan penurunan stunting dan pengendalian inflasi. Selain itu, terdapat juga program-program lokal yang implementasinya diintegrasikan menjadi menu kegiatan Jumat Salam maupun sosialisasi program Senin Sehat, Selasa Makmur, Rabu Cerdas dan Kamis Bahagia.
"Respon masyarakat sangat positif dengan pelaksanaan Jumat Salam sebagai media dialog untuk menyelesaikan aneka permasalahan pembangunan yang dihadapi masyarakat," imbuh Miq Gite. (bib/r8)
Editor : Akbar Sirinawa