Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

22 Tahun Santuni Masyarakat, The Office Bar & Restaurant Cemas Keberlanjutan Usahanya di Pasar Seni Senggigi

Habibul Adnan • Senin, 1 April 2024 | 07:30 WIB

 

PEDULI: Owner The Office Bar & Restaurant Jhon Howar Singleton menyerahkan beras kepada salah satu warga. (FOTO: HABIB/LOMBOK POST)
PEDULI: Owner The Office Bar & Restaurant Jhon Howar Singleton menyerahkan beras kepada salah satu warga. (FOTO: HABIB/LOMBOK POST)

 

Sudah Donasikan 37 Ton Beras kepada Masyarakat

LombokPost-Owner The Office Bar & Restaurant Senggigi Bersama jajaran manajemennya secara rutin mengadakan kegiatan santunan setiap Bulan Ramadan. Yaitu dengan memberikan beras. Sasarannya adalah, para karyawan dan mantan karyawan, nelayan bersama warga sekitar.

Owner The Office Bar & Restaurant Jhon Howar Singleton mengaku, sudah 22 tahun dia memberikan bantuan beras. Selama kurun waktu tersebut, The Office Bar & Restaurant telah mendonasikan sebanyak 37 ton beras kepada masyarakat setempat. 

Dalam 22 tahun itu, restorannya juga telah membayar pajak secara rutin kepada pemerintah daerah. Sudah lebih dari Rp 2 miliar dari hasil usahanya yang masuk ke kas daerah. ”Itu berasal pajak penjualan sebesar 10 persen,” imbuh pria asal Inggris itu.

Dia berkomitmen untuk terus menebarkan manfaat kepada masyarakat dan daerah. Akan tetapi di tengah komitmen itu, Mr Singleton mendapatkan kabar kurang sedap terkait kelanjutan usahanya di Senggigi. Yaitu tempat usahanya akan diambil Pemprov NTB, mengingat sewa atas hak guna bangunan (HGB) semua usaha di situ berakhir Agustus ini.

The Office Bar & Restaurant dan sejumlah usaha lainnya di sekitar tempat itu, memang berdiri di area Pasar Seni Senggigi. Nah, lahan tersebut merupakan aset Pemprov NTB. Kabarnya, pemprov akan melakukan penataan di Pasar Seni.

”Masa depan Pasar Seni masih belum pasti dan pemerintah telah menyatakan bahwa sewa/HGB semua usaha di Pasar Seni akan berakhir pada Agustus tahun ini,” kata Mr. Singleton. 

Jika demikian adanya, usahanya terancam tutup. Sehingga bisa jadi Ramadan kali ini akan menjadi tahun terakhir baginya memberikan sumbangan beras kepada masyarakat. 

Karena itu, dia berharap ada kebijakan dari pemerintah untuk memperhatikan nasib pengusaha yang menempati areal pasar seni. Seperti dengan mengizinkan kembali penyewaan baru. ”Dengan persyaratan yang adil dan masuk akal,” harap Mr Singleton.

Menurutnya, dengan tetap adanya penanaman modal asing (PMA) di area Pasar Seni, akan menumbuhkan perekonomian masyarakat. Manfaatnya tidak hanya didapatkan investor, tetapi juga masyarakat sekitar. ”Karena akan menyerap lapangan kerja bagi masyarakat lokal,” tutupnya.

Baca Juga: Pasar Seni Gili Trawangan, Pusat Kuliner Malam yang Dijamin Bikin Ketagihan

Sementara itu, Dani salah satu warga penerima bantuan beras dari The Office Bar & Restaurant menyampaikan terima kasih kepada owner dan pengelola yang sudah menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat sekitar. Dia berharap, di tahun-tahun berikutnya kegiatan serupa terus dilkakukan. “Karena sangat dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Dia mengaku, pemberian beras rutin dilakukan owner The Office Bar & Restaurant setiap Bulan Puasa. Karena itu, keberadaan usaha ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. ”Walaupun ownernya nonmuslim, tetap memberikan santunan kepada karyawan dan mantan karyawan, nelayan, serta warga sekitar,” imbuh Dani. (bib/r11)

 

Editor : Akbar Sirinawa
#Senggigi #hak guna bangunan #Bulan Ramadan #kas daerah #penanaman modal asing #Pemprov NTB #pasar seni