LombokPost-Kepala Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Mataram Kementerian Kesehatan Ali Wardana dipercaya sebagai Ketua Asosiasi Bapelkes Indonesia (ABI) periode 2024-2027.
”Terima kasih untuk kepercayaan ini,” kata Ali.
Ali mengatakan, ABI siap mendukung program unggulan Kemenkes, yakni transformasi SDM Kesehatan.
Dukungan ini dilakukan karena ABI merupakan mitra kerja pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan kesehatan di Indonesia.
ABI juga siap mendukung penuh sekaligus melaksanakan platform pembelajaran digital kesehatan melalui Plataran Sehat.
Sehingga kompetensi tenaga kesehatan bisa terus meningkat.
Selain itu, kata Ali, ABI siap mendorong semua penyelenggaraan pelatihan terakreditasi dengan baik, di pusat maupun di daerah.
Termasuk juga yang diselenggarakan masyarakat, akreditasi pelatihan pada lembaga pendidikan kesehatan, rumah sakit, maupun organisasi profesi kesehatan.
”Termasuk juga untuk sharing pengalaman kepada beberapa provinsi di Indonesia, yang belum memiliki Bapelkes daerah saat ini,” ujarnya.
Ali menerangkan, ABI merupakan asosiasi penyelenggara pelatihan kesehatan dari 7 satuan kerja utama di Kemenkes dan 26 Satker UPT Dinas Kesehatan Provinsi, yang tersebar di seluruh Indonesia.
”ABI ini dibentuk 2005 lalu, sudah terjadi 7 kali pergantian pengurus,” jelas Ali.
Dalam proses pemilihan ketua ABI pada Sabtu lalu (4/5), Ali bersaing dengan dua nama lainnya. Yakni Drg Afando Ekardo yang merupakan Kepala Bapelkes Sumatera Barat dan Dr Asih Hendratuti, Kepala Bapelkes Lampung.
Proses pemilihan dilaksanakan dalam beberapa tahapan dengan persyaratan calon kandidat yang disampaikan kepada seluruh anggota ABI. Pada pemilihan ketua periode 2024-2027, sepakat dilakukan secara voting.
Dan disampaikan kepada ketua panitia pemungutan suara beserta tim yang sudah ditunjuk serta berdasarkan kesepakatan pengurus periode sebelumnya.
Hasil keputusan pemilihan ketua ABI periode tahun 2024-2027 memutuskan Ali Wardana sebagai ketua ABI dengan perolehan suara 51,61 persen.
Di tempat kedua adalah Drg Afando Ekardo dan Dr Asih Hendratuti di tempat ketiga. (dit/r11)
Editor : Kimda Farida