LombokPost-Ketua Umum PB NWDI Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. H.M. Zainul Majdi mengatakan, secara pribadi masih tetap mendukung pasangan Dr H Zulkieflimansyah – Dr Hj Siti Rohmi Djalilah atau Zul-Rohmi dalam Pilkada NTB 2024.
“Kemudian yang ketiga, pertanyaan tentang apakah saya mendukung Zul-Rohmi sesuai dengan statemen saya yang terakhir, jawabannya, ia,” kata TGB Zainul Majdi dalam sebuah rekaman pernyataan yang diterima Lombok Post.
“Saya sampai saat ini secara pribadi memang mendukung pasangan Zul-Rohmi dengan pertimbangan keberlanjutan,” tambah mantan gubernur NTB dua periode tersebut.
Menurut TGB Zainul Majdi, selama ini Dr H Zulkieflimansyah adalah calon gubernur satu-satunya yang sudah berkomunikasi secara intens dan juga meminta dukungan. “Kami bersahabat lama. Beliau (Dr H Zulkieflimansyah) minta dukungan, ia tentu, beliau minta dukungan dengan baik-baik, ia saya dukung,” jelasnya.
Memang, tambah TGB Zainul Majdi, ada juga bakal calon gubernur selain Dr H Zulkieflimansyah yang sudah bertemu, berkomunikasi, dan menyampaikan keinginan untuk maju sebagai calon gubernur NTB.
“(Selain Dr H Zulkieflimansyah) Tidak ada calon gubernur yang lain yang meminta dukungan dari saya. Yang ada adalah komunikasi biasa dan menyampaikan kehendaknya untuk maju sebagai calon gubernur,” katanya.
Menurut TGB Zainul Majdi, alasan bakal calon gubernur yang tidak meminta dukungan mungkin karena sudah memiliki dukungan yang cukup.
“Kalau Doktor Zul, berulang kali berkomunikasi sebagai sahabat, dengan harapan agar saya mendukung Zul-Rohmi. Dan saya melihat memang masih ada potensi Zul-Rohmi ini pada periode kedua,” katanya.
Potensi yang diharapkan dilakukan pada periode kedua dimaksud yakni bisa melanjutkan program-program baik yang sudah dilakukan pada periode pertama dan mengevaluasi hal-hal yang kurang pas untuk dihilangkan.
“Saya juga sudah sampaikan ke Doktor Zul agar hal-hal baik yang pernah ada dan dilakukan, nyata, dan bermanfaat bagi mayarakat dan daerah untuk dilanjutkan,” katanya.
TGB Zainul Majdi bahkan mencontohkan beberapa program yang pernah dilakukan selama sepuluh tahun memimpin Provinsi NTB. Salah satunya program wisata halal yang dikonsep berbeda dengan pariwisata di tempat lain. Begitu juga dengan pemberdayaan Islamic Center (IC) sebagai pusat pengkajian Islam moderat.
“Karena itu semua, saya dukung untuk Doktor Zul bersama dengan Bu Rohmi atau disebut Zul-Rohmi jilid 2,” tegas TGB Zainul Majdi.
Dukungan NWDI
Sementara itu, selain pernyataan soal sikap pribadi yang tetap mendukung Zul-Rohmi jilid 2, TGB Zainul Majdi juga menegaskan soal sikap organisasi NWDI yang dipimpinnya dalam mendukung bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB.
Pernyataan tersebut dilontarkan TGB Zainul Majdi menanggapi adanya pihak-pihak yang membawa NWDI ke ranah dukung mendukung bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB.
Khususnya terkait deklarasi pasangan Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah – Dr. H. Musyafirin (Rohmi-Firin) sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur NTB yang membawa nama organisasi NWDI.
“Pertanyaan pertama, apakah NWDI mendukung Rohmi-Firin, jawabannya, tidak,” tegasnya.
Sebagai Ketua Umum PB NWDI, TGB Zainul Majdi bahkan memastikan sampai saat ini tidak pernah ada kesepakatan di tingkat organisasi. Karena seluruh pembahasan-pembahasan yang berkaitan dengan organisasi NWDI dipastikan harus melalui PB NWDI.
“Saya sebagai Ketua Umum PB NWDI mengetahui persis tidak ada kesepakatan di tingkat organisasi untuk mengusung Rohmi-Firin,” katanya.
Khusus yang berkaitan dengan deklarasi Rohmi-Firin yang disebut-sebut membawa nama organisasi NWDI, TGB Zainul Majdi menegaskan, organisasi NWDI tidak ada hubungannya dengan kegiatan sosialisasi atau deklarasi Rohmi-Firin. Termasuk deklarasi yang dilakukan di Sumbawa Barat.
“Pertanyaan kedua, bagaimana tentang deklarasi-deklarasi yang dilaksanakan di beberapa tempat yang melibatkan elemen NWDI, jawabannya adalah saya kemarin sudah meminta sekretaris jenderal Bapak H Nasiudin Basri, Sekjen PB NWDI untuk menelusuri berita terkait dan memberikan peringatan, teguran keras,” katanya.
Bahkan TGB Zainul Majdi memerintahkan Sekjen PB NWDI untuk meminta kepada jajaran pengurus di tingkat daerah dan tingkat wilayah untuk tidak bermanuver politik. Mereka tidak boleh membawa predikat atau atribut organisasi untuk hal-hal yang tidak pernah menjadi kesepakatan di tingkat organisasi.
TGB Zainul Majdi juga meminta kepada politisi yang memiliki cita-cita politik untuk tidak membawa nama organisasi NWDI untuk memobilisasi sentimen publik.
“Saya minta kepada politisi yang memiliki cita-cita politik yang insya Allah menurut saya itu adalah cita-cita yang baik menjadi pemimpin di daerah ini, mohon untuk tidak seradak seruduk jangan melibatkan organisasi, elemen-elemen di bawah untuk konsolidasi untuk kegiatan, katakanlah mobilisasi sentimen publik itu karena tidak produktif,” katanya.
“Kita menjaga betul NWDI supaya jangan ada hal seperti itu. Jadi tolong jangan dirusak dengan manuver-manuver seperti itu,” tambahnya.
Menurut TGB Zainul Majdi, ketika ada pihak-pihak yang membawa nama organisasi akan berpotensi mengganggu kondusivitas daerah. Apalagi membawa atribut organisasi, mengatasnamakan elemen pengurus daerah yang sama sekali tidak ada kaitannya. (lil)
Editor : Haliludin