Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Investor Asal Taiwan Tertarik Kembangkan Industri Pertanian Bumi Gora

Yuyun Kutari • Sabtu, 1 Juni 2024 | 10:30 WIB
Kepala Bidang Pemasaran Dispar NTB Mulki (kanan) berfoto bersama Asman selaku juru bicara dan dua perwakilan investor GROVING Industri asal Taiwan, usai bertemu dengan Pemprov NTB, Jumat (31/5/2024)
Kepala Bidang Pemasaran Dispar NTB Mulki (kanan) berfoto bersama Asman selaku juru bicara dan dua perwakilan investor GROVING Industri asal Taiwan, usai bertemu dengan Pemprov NTB, Jumat (31/5/2024)

LombokPost-Investor asal Taiwan yaitu GROVING Industri tertarik untuk mengembangkan industri pertanian di NTB. Menjadi bagian dari Chulin Industrial, tentu investasi ini dihajatkan untuk pembangunan berkelanjutan global SDGs. Investor berkomitmen untuk memainkan peran aktif dalam pengelolaan lahan pertanian, peternakan, pegunungan dan hutan untuk mendorong upaya ramah lingkungan dan memajukan kearifan lokal.

Asman selaku juru bicara mengungkapkan bahwa alasan pihaknya memilih NTB karena lahan untuk pengembangan industri pertanian masih sangat tersedia. “Mereka menyediakan solusi terpadu untuk itu,” terangnya, Jumat (31/5/2024).

Adapun jenis tanaman yang ditawarkan perusahaan untuk bisa dikelola dengan teknologi tepat guna adalah Kayu Balsa. Kayu ini sangat ringan dengan tekstur yang sangat lembut, mudah dibentuk dan memiliki tingkat elastisitas yang sangat tinggi, karenanya kayu Balsa kerap menjadi pilihan utama yang banyak digunakan untuk pembuatan kerangka kapal laut, mobil otomotif, pesawat tempur, dan pembuatan pesawat model.

Sehingga secara ekonomi, kayu ini memiliki nilai jual yang sangat tinggi karena telah menjadi kebutuhan dalam berbagai industri seluruh dunia.

Soal manfaat, Asman mengatakan bahwa Pemprov NTB jangan khawatir. Pohon Balsa menyerap total 80 kilogram karbondioksida dalam lima tahun, dan sekitar 60 hingga 70 ton karbondioksida per hektar per tahun.

Pohon Balsa terkenal dengan pertumbuhannya yang pesat. Hanya membutuhkan waktu empat hingga lima tahun untuk tumbuh menjadi pohon. Dalam kondisi terbaik, Balsa tumbuh sangat cepat, terkadang tumbuh 1,5 hingga 2 meter per tahun. Namun, laju pertumbuhan ini dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti iklim, kualitas tanah, dan akses terhadap air dan sinar matahari.

Selain itu, proses pembakarannya benar-benar ramah lingkungan dan tidak menimbulkan polusi udara, maka kayu ini juga merupakan sumber bahan bakar dan energi terbaik.

“Ini merupakan potensi yang mungkin bisa menjadi pertimbangan pemerintah daerah untuk mengembangkan sektor pertanian NTB melalui pengelolaan Kayu Balsa ini,” jelasnya.

Untuk membicarakan semua hal tersebut, pihaknya sudah melakukan pertemuan awal dengan Pemprov NTB yang diwakili Pj Sekda NTB Ibnu Salim. “Besar harapan kami, niat baik ini dapat diterima oleh pemerintah,” ujarnya.

Setelah pertemuan itu, pihaknya melanjutkan agenda berikutnya dengan melakukan survei lokasi, untuk melihat daerah manakah di Lombok terutama, cocok untuk penanaman bibit Kayu Balsa tersebut. “Kami akan keliling ke beberapa tempat, sampai ke Sembalun juga,” tandas Asman.

Pj Sekda NTB Ibnu Salim menyambut baik kunjungan investor asal Taiwan tersebut ke NTB. Selama pembahasan perihal kerja sama, mereka memiliki harapan untuk mengelola lahan pertanian yang ada. “Untuk hal ini, segera kami   tindaklanjuti dengan OPD terkait, kita punya BRIDA, dinas pertanian dan perkebunan, dan dinas pariwisata juga, karena lahannya nanti bisa untuk agrowisata,” terangnya.

Kepala Bidang Pemasaran Dispar NTB Mulki menambahkan jika investasi ini berlanjut, maka area penanaman Pohon Balsa bisa menjadi destinasi wisata baru di NTB, misalnya wisata glamping dan bisa berkembang ke pola lainnya.

“Di samping itu, kami menangkap ini juga sebagai peluang karena lokasinya bisa dijadikan untuk edukasi, pelatihan bagi masyarakat sehingga pengembangan pengelolaan Pohon Balsa bisa dilakukan secara masif,” jelasnya. (yun)

 

 

Editor : Rury Anjas Andita
#Investor #NTB #Bumi Gora #Pemprov NTB