LombokPost-Dua event balap motor internasional yang digelar di NTB, Motocross Grand Prix (MXGP) dan Grand Prix Motorcycle Racing (MotoGP), rupanya tidak membawa dampak signifikan terhadap jumlah kedatangan wisatawan mancanegara (wisman).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Wahyudin mengungkapkan metode penghitungan BPS untuk mengetahui sekaligus menghitung angka kunjungan wisatawan, terbatas pada jumlah tamu yang menginap di hotel bintang dan non bintang.
“Jadi para pengusaha kegiatan usaha perhotelan turut berpartisipasi, dengan mengirimkan laporan statistik perhotelan bulanan mereka, secara teratur dan berkesinambungan,” terangnya.
Di sini, BPS NTB menyoroti jumlah tamu yang menginap di hotel bintang selama 2023. Totalnya 922.823 orang. Dari jumlah tersebut sebagian besar adalah tamu nusantara, mencapai 77,17 persen. Sedangkan sisanya sebesar 22,83 persen merupakan tamu asing.
Karena berbicara khusus tamu asing, jumlah yang menginap di hotel berbintang pada 2023 di angka 210.684 orang. Namun, tamu asing yang menginap di hotel berbintang malah tertinggi di bulan Agustus, di angka 31.431 orang.
Sementara event MXGP Indonesia 2023 berlangsung pada Juni dan Juli, serta MotoGP Mandalika 2023 digelar Oktober.
Jumlah tamu asing yang menginap pada bulan Juni adalah 17.974 orang, Juli 23.798 orang serta Oktober 2023 hanya di angka 22.907.
“MXGP tahun 2023 yang dilaksanakan Juni dan Juli, membuat tamu asing menginap di hotel berbintang tidak terlalu signifikan, begitu juga saat MotoGP Oktober 2023, kita juga menghitung berapa jumlah penonton asing yang menginap di hotel berbintang juga sedikit, yang banyak itu dari dalam negeri. Mungkin lebih terpengaruh karena musim liburan,” terangnya.
Hal ini perlu diatensi pemda.
Bagaimanapun, event internasional yang diupayakan untuk digelar di Bumi Gora, tidak hanya menyedot animo wisatawan lokal, tetapi juga mancanegara.
Wahyudin menegaskan ketika sektor perhotelan ini hidup, maka akan membawa dampak ekonomi cukup luas, seperti perdagangan, industri, angkutan, tenaga kerja dan lainnya. (yun/r11)
Editor : Kimda Farida