MATARAM-Nihilnya desa tertinggal di Provinsi NTB diapresiasi DPRD NTB.
Ketua Komisi I DPRD Provinsi NTB Syirajuddin mengatakan, pihaknya bersyukur kini sudah tidak ada desa tertinggal di NTB.
Seiring dengan hal ini, dia berpendapat, ke depan sarana-prasarana di desa-desa tersebut sudah lebih baik.
"Termasuk harus diterjemahkan dengan kinerja, agar bisa lebih baik," ujarnya.
Politisi asal Kabupaten Dompu ini menerangkan, harus diakui kondisi infrastruktur di sejumlah desa di NTB banyak yang belum layak. Seperti akses jalan, terutama di Pulau Sumbawa.
"Masih memprihatinkan dan saya kira lebih cocok jadi desa tertinggal," imbuhnya.
Sehingga ini menjadi PR pemerintah ke depan. Jangan sampai status sudah naik, tetapi kondisi infrastrukturnya belum layak.
"Harus dibarengi dengan kondisi jalan bagus, pelayanan bagus, fasilitas kesehatan bagus. Intinya masih banyak yang harus menjadi perhatian," pungkas Syirajuddin.
Kepala DPMD-Dukcapil Provinsi NTB Ahmad Nur Aulia mengatakan, ada beberapa upaya yang dilakukan dalam meningkatkan status desa. Di antaranya, dengan memperhatikan indikator desa.
"Kita coba bedah. Itu ikhtiar kita dua tahun lalu," jelasnya.
Dengan memenuhi indikator itu, maka hasil penilaian oleh pihak berwenang mampu meningkatkan nilai desa itu sendiri.
"Pemerintah daerah harus memulai pemenuhan apa yang menjadi persyaratan indikator desa itu sendiri," kata Aulia lagi.
Dia menjelaskan, akses jalan desa yang kurang memadai bukan berarti desa tersebut tertinggal. Sebab, meski kondisinya kurang layak, tetapi bisa saja memenuhi syarat sebagai desa berkembang atau maju.
"Hanya kualitas jalannya perlu ditingkatkan, mungkin ya. Tapi tidak sampai menjadi desa tertinggal. Pemahaman seperti itu perlu satu persepsi," imbuhnya.
Begitu juga dengan fasilitas kesehatan (faskes). Mungkin saja di suatu desa infrastruktur faskes jauh dari kata layak.
Akan tetapi di sisi lain tenaga medisnya mampu memberikan pelayanan secara rutin, sudah menjadi tambahan penilaian dalam indikator desa. (bib/r11)
Editor : Kimda Farida