LombokPost-Mutiara menjadi salah satu komoditas unggulan Provinsi NTB. Keindahan dan kualitas mutiara, baik yang dibudiyakan di air tawar dan air laut ini telah diakui pasar.
Tak heran, komoditas ini menjadi salah satu andalan ekspor Provinsi NTB. Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, mutiara ini telah merambah pasar internasional, selain untuk memenuhi permintaan dalam negeri.
“Mutiara identik dengan Lombok. Mutiara ini begitu diminati masyarakat lokal dan mancanegara,” kata Penjabat Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB Dessy Hassanudin di Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.
Ny Dessy didampingi Wakil Ketua Dekranasda NTB Hj Lale Prayatni Gita Ariadi mengunjungi sentra budidaya mutiara Autore Pearl Farm & Showroom di Pemenang, Lombok Utara. Kunjungan tersebut dihadiri Kepala Dinas Perdagangan NTB Baiq Nelly Yuniarti, AP,M.Si dan sejumlah kepala OPD Pemprov NTB.
Keunggulan mutiara Lombok sudah dikenal luas masyarakat mancanegara. Karena itu, Ny Dessy berpesan agar produk komoditas mutiara terus meningkat baik secara kualitas maupun kuantitas.
Selain itu, ekosistem mutiara ini harus terus terjaga. Termasuk bagaimana menjaga lingkungan laut agar tetap terpelihara. “Hasil produknya semakin baik dan lingkungannya tetap terjaga,” katanya.
Wakil Ketua Dekranasda NTB Hj. Lale Prayatni Gita Ariadi mengatakan, keindahan dan kualitas mutiara Lombok telah diakui pasar. Bahkan, Ibu Negara Hj Iriana Joko Widodo saat panen mutiara di Sekotong, Lombok Barat beberapa waktu lalu mengagumi salah satu komoditas unggulan hasil laut Provinsi NTB tersebut.
Menurut Bunda Lale, kegiatan panen mutiara yang dihadiri Ibu Negara merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempromosikan produk unggulan daerah NTB.
“Dukungan dari pemerintah pusat dan daerah sangat dibutuhkan dalam rangka pengembangan budidaya dan industri kerajinan dari mutiara,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB Baiq Nelly Yuniarti mengatakan, sejak Januari hingga Maret 2024, nilai ekspor mutiara mencapai USD 953.989,03. Rinciannya, Januari nilai ekspor USD 749.395,70; Februari sebesar USD 73.579,21; Maret sebesar USD 131.014,12.
“Negara tujuan ekspor mutiara NTB yakni, Cina, Thailand, UEA, Hongkong, Jepang, India, USA, dan Australia,” katanya.
Dari delapan negara tujuan utama ekspor mutiara tersebut, negara tujuan ekspor dengan nilai terbesar yakni Jepang USD 399,238,80; disusul Cina USD 376.175.00; dan Hongkong USD 107.940,27.
Direktur Autore Pearl Farm & Showroom, Bakri mengatakan, mutiara yang dihasilkan sangat diminati pasar luar negeri. Dalam dua tahun terkakhir telah mengekspor ke Australia, Hongkong, Jepang, dan China.
“Alhamdulillah, dalam dua tahun terakhir ada peningkatan ekspor,” katanya.
Dijelaskan, selama empat tahun teakhir telah berhasil memproduksi 150 ribu mutiara. Siklus panennya dua kali dalam setahun dengan melibatkan sekitar 20 orang tenaga kerja yang mayoritas dari masyarakat lokal.
“Sebagian besar kita menggunakan pekerja lokal yang sudah kompeten. Mereka sudah terlatih. Sering kita kirim ke unit produksi kami lainnya seperti Austarlia,” katanya. (lil)
Editor : Haliludin