LombokPost-Penjabat (Pj) Gubernur NTB Dr Hassanudin mengatakan, kekayaan budaya Provinsi NTB yang tercermin dalam keindahan wastra tenun dan kerajinan kriya menjadi salah satu aset berharga yang dapat mendukung perekonomian daerah.
“Pengembangan ekonomi melalui wastra tenun dan kerajinan kriya menjadi potensi ekonomi yang kita butuhkan saat ini," kata Dr Hassanudin di Lombok Epicentrum Mall, Sabtu (24/8).
Hal tersebut diungkapkan Dr Hassanudin didampingi Penjabat (Pj) Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB Dessy Hassanudin membuka kegiatan Karya Kreatif NTB dan Lombok Sumbawa Tenun Festival (KK-NTB x LSTF) tahun 2024.
KK-NTB x LSTF tahun 2024 merupakan kolaborasi Pemprov NTB bersama Bank Indonesia Kantor Perwakilan NTB, Dekranasda se-Provinsi NTB. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendorong pengembangan ekonomi kreatif di wilayah NTB.
Dengan melibatkan UMKM wastra dan kriya, kegiatan KK-NTB x LSTF 2024 diharapkan mampu menghasilkan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Menurut Dr Hassanudin, kegiatan tersebut juga merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian seni budaya yang diwariskan secara turun temurun oleh orang tua terdahulu.
Pengenalan seni dan budaya lokal di era globalisasi menjadi hal penting untuk mereduksi budaya-budaya global yang tidak memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat.
“Alhamdulillah, Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa memiliki wastra tenun dan kriya yang melimpah, sebagai potensi ekonomi yang harus kita kembangkan," harapnya.
Pj Ketua Dekranasda NTB Dessy Hassanudin mengatakan, Dekranasda NTB mendukung penuh berbagai ikhtiar dalam mengembangkan wastra dan kriya khas Provinsi NTB.
Salah satunya melalui kegiatan Karya Kreatif NTB Lombok Sumbawa Tenun Festival (LSTF) 2024. “Kegiatan tersebut dapat menjadi momen untuk mengembangkan kain khas daerah NTB,” kata Dessy Hassanudin saat mengikuti FDG dengan tema Arah Pengembangan Wastra dan Kriya Provinsi NTB.
Kepala Dinas Perdagangan NTB Baiq Nelly Yuniarti, AP,M.Si mengatakan, kegiatan tersebut dirancang untuk menampilkan kekayaan wastra dan kriya NTB dalam berbagai bentuk. Serta membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk-produk kepada khalayak luas.
Dijelaskan, rangkaian kegiatan Karya Kreatif NTB LSTF 2024 di antaranya art week festival, showcasing fashion dan kriya, fashion show talkshow, jalan sehat dan senam bersama, doft launching brand ENTEBE, bazar kuliner legend, lomba mewarnai dan lomba photo UMKM, literasi digital experience, dan amazing race.
Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB Barry Arifsyah Harahap menjelaskan, Provinsi NTB memiliki potensi besar khususnya tenun. “Menenun adalah kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat NTB,” katanya.
Begitu pula dengan kerajinan lainnya yang perlu dikembangkan dan ditingkatkan. Sehingga berdampak bagi peningkatan perekonomian masyarakat dan daerah.
"Untuk itu, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah terus mendukung peningkatan tenun di NTB. Demi peningkatan ekonomi yang berkelanjutan," jelasnya.
Ditambahkan, Pemprov NTB, Dekranasda NTB, dan Bank Indonesia bisa turut memajukan pertanian kapas dan industri benang di NTB sebagai bentuk fashion yang berkelanjutan.
"Harapannya, kami ingin pascakegiatan ini ada program berkelanjutan. Misalnya dengan menggaungkan sustainable fashion di NTB,” katanya. (lil)
Editor : Haliludin