LombokPost-Sebelum masa jabatan resmi berakhir di tanggal 20 Oktober mendatang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan melakukan kunjungan kerja (kunker) resmi ke Bumi Gora.
Asisten II Setda Provinsi NTB H Fathul Gani mengungkapkan, Presiden dijadwalkan tiba di NTB pada 23 September mendatang.
Agendanya, meninjau sekaligus meresmikan langsung, proyek pembangunan smelter tembaga PT Amman Mineral Industri (AMIN), anak perusahaan dari PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN), yang berlokasi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
”Ini sesuai dengan hasil rapat pendahuluan kami dengan pihak protokol Kemensesneg,” terangnya, saat ditemui, Selasa (17/9).
Adapun proyek pembangunan Smelter milik AMMAN ini, yang akan diresmikan Presiden Jokowi, mencakup area seluas 150 hektare.
Baca Juga: Atletik dan Gulat Tambah Medali Perunggu NTB di PON XXI Aceh-Sumatera Utara/2024
Dengan kapasitas input smelter sebesar 900 ribu ton per tahun (tpa).
Fasilitas akan memproses konsentrat tembaga dari tambang Batu Hijau dan tambang Elang di masa depan.
Berkaitan peresmian smelter tersebut, Pemprov NTB telah berkoordinasi dengan pihak perusahaan, Pemkab Sumbawa Barat, dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, untuk menyiapkan segala sesuatunya, tentu yang berkaitan dengan agenda tersebut.
“Kami sudah bahas, mereka sedang mempersiapkan hal-hal terkait peresmian ini,” tegasnya.
Kepala Dinas ESDM NTB H Sahdan mengatakan, pemerintah daerah (pemda) saat ini, tengah menyusun langkah agar smelter dan industri turunannya bisa masuk di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024-2029 Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo-Gibran.
Baca Juga: Sapwaturrahman Raih Tiga Emas Beruntun Nomor Lompat Jangkit di PON XXI Aceh-Sumatera Utara/2024
Dari aktivitas smelter, ke depannya harus dibangun hilirisasi di KSB, sebab smelter itu sejatinya dirancang sebagai kawasan industri.
Karena itu kata Sahdan, Bappenas telah berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan besar di sektor tambang, yang selama ini sudah berpengalaman sebagai pengelola hilirisasi industri, salah satunya perusahaan plat merah PT Krakatau Steel.
“Ini yang sedang kita perjuangkan sekarang bagaimana supaya kawasan Industri ini masuk di RPJMN pak Prabowo nanti, dan dimuat dalam perpres,” ujarnya. (yun/r11)
Editor : Kimda Farida