LombokPost-Untuk kedua kalinya, Dinas Perdagangan (Disdag) NTB menggelar pasar lelang.
Kegiatan ini melibatkan 60 UMKM baik yang hadir secara langsung, maupun secara virtual, serta pihak Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jawa Barat (Jabar), di Mataram, Kamis (19/9).
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) NTB Baiq Nelly Yuniarti mengungkapkan pengembangan potensi hasil perkebunan dan pertanian NTB saat ini terus digalakkan dan pasar lelang hadir sebagai salah satu pilar perdagangan Nasional, untuk penguatan daya saing komoditas.
“Ini adalah pasar fisik terorganisir yang merupakan tempat pembentukan harga komoditas agro, yang digunakan sebagai acuan harga transaksi kontrak berjangka dan penetapan jaminan komoditas dalam resi gudang,” terangnya.
Baca Juga: Dinas ESDM NTB Minta Pelaku PETI Urus IUP
Di samping itu, pemerintah menggelar pasar lelang, juga sebagai upaya mengadakan sekaligus memperluas, jalinan kerja sama bisnis antara pengusaha di Bumi Gora, dengan pengusaha dari provinsi Lain.
Dengan memperhatikan potensi komoditi pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan yang ada di NTB, pasar lelang akan tetap menjadi salah satu alternatif untuk memperlancar pemasaran komoditi yang ada.
“Tahun ini, kami melaksanakan empat kali pasar lelang,” jelas dia.
Menurutnya, pemerintah perlu memfasilitas UMKM untuk memperluas jaringan pemasaran.
Melalui ini diharapkan pelaku usaha pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan, secara berkelanjutan memproduksi jenis komoditi tertentu dengan spesifikasi, waktu, dan volume tertentu yang nantinya akan dibeli dengan harga tertentu pula, oleh pelaku dari segmen pasar tertentu.
“Sehingga dari sini, akan mampu meningkatkan konstribusi kegiatan perdagangan perekonomian daerah dan Nasional, kami hadir untuk memberikan fasilitas dalam memperluas jangkauan pemasaran produk-produk sektor agrobisnis teman-teman UMKM di NTB,” tandasnya.
Baca Juga: Santri Preneur Gagas Muslim Fashion Industry, Disperin NTB Gelar Bimtek Wirausaha Bidang Fashion
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri (PPDN) Disdag NTB Endang Sri Wahyuni mengatakan di pasar lelang kedua ini, berbagai macam produk agro di NTB dihadirkan.
“Seperti rumput laut, jagung, kopra, vanili, cengkeh, kopi, beras premium, madu, mete, gula semut aren dan lainnya,” jelas dia.
Pasar lelang yang digelar Disdag NTB ini resmi, karena diawasi langsung oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
“Mereka juga ikut di pertemuan virtual ini,” ujarnya.
Untuk kegiatan lelang, meski digelar di Mataram, namun bisa disaksikan oleh UMKM atau pengusaha dari seluruh Indonesia.
“Kami punya WA grup sendiri dan setiap pelaksanaan pasar lelang kami share, jadi mereka bisa lihat zoom atau bisa datang langsung. Ini gratis mereka masuk,” ujarnya.
Di pasar lelang pertama, total nilai transaksi yang mampu dikumpulkan sebesar Rp 52 juta. Sementara di kegiatan kedua ini, total nilai transaksi lebih tinggi, di angka Rp 229.500.000. (yun)
Editor : Kimda Farida