LombokPost--Menparekraf Sandiaga Uno memastikan MotoGP Mandalika 2024 tetap digelar. Adapun pembayaran hosting fee, nantinya akan dikoordinasikan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC).
Itu diungkapkannya dalam video yang diunggah melalui akun instagramnya pada 18 September 2024.
Di video itu, Menparekraf terlebih dulu menjelaskan histori pembayaran hosting fee.
Dimulai dari 2022, Kemenparekraf yang membayar berdasarkan arahan presiden.
Namun, ini menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan. Sebab, pembayaran hosting fee bukan tugas dari Kemenparekraf.
Adanya temuan tersebut, Kemenparekraf mengubah bentuk bantuannya dari sisi promosi MotoGP dengan nation branding yaitu Wonderful Indonesia.
Adapun di MotoGP Mandalika 2024, Sandiaga menyebut, teknis penyelesaian pembayaran hosting fee dikoordinasikan sepenuhnya oleh ITDC.
Sebab mereka yang menandatangani kerja sama dengan Dorna Sports.
”Maka ITDC yang akan menindaklanjuti. Teknis penyelesaian hosting fee tahun ini yang mengkoordinasi semua kan ITDC dan kemarin MGPA menyampaikan tidak ada kekhawatiran tetap akan berlangsung (MotoGP Mandalika, Red),” kata dia.
Mengenai sumber anggaran pembayaran hosting fee, Menparekraf hanya memyebut ITDC yang akan mengkoordinasikan.
”Apakah itu melalui tambahan pendanaan dari pemerintah pusat, atau kolaborasi dengan pihak swasta ataupun bantuan promosi dari Kemenparekraf, itu nanti yang dikoordinasikan oleh ITDC,” terangnya.
Lebih lanjut, Menparekraf mengisyaratkan huru-hara pembayaran hosting fee hanya terjadi di tahun ini.
Sebab tahun depan, pemerintahan baru akan membentuk Indonesia Quality Tourism Fund (IQTF).
Ini merupakan program pendanaan yang bertujuan mendukung event-event pariwisata yang berpotensi menjadi daya tarik wisata, meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tujuan wisata.
”Di rapat terbatas terakhir sudah disetujui presiden dan wakil presiden terpilih, jadi tahun depan mestinya nggak ada masalah karena MotoGP itu di posisi pertama yang akan dipastikan keberlanjutannya dengan hadirnya Indonesia Quality Tourism Fund,” tandasnya.
Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo menyatakan hal senada di akun instagramnya.
“Kemarin sudah rakor antara Kemenpora, InJourney, BUMN dan Kemenkeu, ada Kemenparekraf terkait hosting fee. Ini akan diputuskan dan pastinya penyelenggaraan MotoGP tahun ini tidak akan diliputi masalah (batal, red),” ketik Dito dalam unggahannya.
Menanggapi hal ini, Chairman MotoGP Mandalika 2024 Troy Reza Warokka mengatakan, pernyataan kedua menteri ini telah disikapi dan dikomunikasikan oleh ITDC.
Hasil pembicaraan, Kemenparekraf memberikan sinyal mendukung hosting fee dan ini sudah disampaikan langsung oleh Menteri Sandiaga kepada ITDC.
“Sudah ditindaklanjuti ITDC, hasilnya seperti apa kami masih menunggu,” sebutnya.
Terpisah, Pengamat Ekonomi dan Bisnis Muhammad Firmansyah mengatakan pembayaran hosting fee memang harus dirembuk pihak terkait. Karena besarnya jumlah dana yang harus disiapkan.
“Nggak bisa ini diserahkan pada satu institusi, ini memang agak berat, jadi saya kira tepat kalau ini dilakukan kolaborasi,” ujarnya.
Di samping itu, ia sepakat apabila pemda tidak perlu dilibatkan dalam hal pembayaran hosting fee.
Sebab pendapatan pemda terutama di NTB, tidak sebesar yang dibayangkan.
“Contoh di pemprov yang APBD-nya itu Rp 5-6 triliun, kalau harus membayar hosting fee, kan susah menjalankan program pemerintahan,” jelas dia. (yun/ewi/r11)
Editor : Kimda Farida