LombokPost--Wilayah NTB dalam 20 tahun ke depan akan menjadi provinsi yang berwawasan kepulauan.
Hal itu diungkapkan Kepala Bappeda NTB H Iswandi.
”Kalau sebelumnya NTB hanya melihat potensi dari sisi daratan saja, namun sekarang harus melihat sisi laut, juga yang berpotensi menjadi lumbung pangan, baik dari peternakan, perikanan, kelautan dan kehutanan,” terangnya.
Adapun visi pembangunan jangka panjang Bumi Gora, yaitu mewujudkan NTB menjadi provinsi kepulauan yang maju, kuat, aman berkelanjutan dan sejahtera.
Ini dikenal sebagai Visi NTB Emas 2045.
Dijelaskannya, visi tersebut menggambarkan cita-cita kita di NTB dengan karakteristik ekonomi maju; manusia yang kuat; lingkungan sosial yang aman dan lingkungan alam atau ekosistemnya yang berkelanjutan; serta masyarakat yang sejahtera kehidupannya.
Iswandi memaparkan terlebih di dalam Perda Nomor 5 Tahun 2024 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi NTB Tahun 2024-2044, telah dipetakan kawasan yang memiliki potensi.
Potensi di bidang pertanian dan perkebunan dengan luas lahan mencapai 772.669 hektare, memiliki Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) seluas 282.062 hektare. Potensi besar didukung 16 Daerah Irigasi Nasional, 35 Daerah Irigasi Provinsi, dan 440 Daerah Irigasi kabupaten/kota, dan 63 bangunan sumber daya air lainnya, ada bendungan dan embung.
“Dengan ini, NTB menjadi salah satu lumbung pangan nasional dengan komoditas unggulan seperti padi, jagung, tembakau, kopi, dan lainnya,” jelasnya.
Potensi kelautan dan perikanan, NTB memiliki perairan laut mencapai 2.388.501 hektar, terdiri dari perairan pesisir sejauh 12 mil laut dari garis pantai ke arah laut lepas dan 401 pulau-pulau kecil.
Dengan ini, posisi NTB juga sangat strategis yakni berada di tengah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, di mana alur laut ini merupakan salah satu jalur penting yang melintasi kepulauan Indonesia.
Di sini, ada dukungan berupa fasilitas 7 pelabuhan perikanan dan 2 di antaranya adalah pelabuhan perikanan nusantara. Dengannya, kontribusi sub sektor perikanan terhadap PDRB Provinsi NTB meningkat dari Rp 6,3 triliun di tahun 2020 menjadi Rp 7,7 triliun di tahun 2023.
Sementara produksi tahun 2023 mencapai sekitar 1.227.761,88 ton, yang didominasi perikanan budidaya sebesar 973.529,10 ton atau 79,29 persen, dan sisanya berupa perikanan tangkap sebesar 254.232,78 ton atau 20,56 persen.
Terpisah, Kepala BPS NTB Wahyudin mengungkapkan potensi sumber daya alam yang dimiliki NTB, terus tumbuh. Ini dilihat dari nilai ekspor pada Agustus sebesar USD 449,20 juta, mengalami peningkatan sebesar 115,10 persen dibandingkan Juli 2024.
Untuk ekspor kelompok komoditas, kapal laut dan bangunan terapung ditujukan ke Vanuatu. Ekspor kelompok ikan dan udang ditujukan ke Amerika Serikat, Chili dan lainnya. Sedangkan kelompok komoditas garam,belerang, kapur ditujukan ke China, Korea Selatan, Vietnam dan lainnya. (yun/r11)
Editor : Kimda Farida