Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pengembangan KEK Mandalika Sedot APBN Rp 1,3 Triliun

Yuyun Kutari • Kamis, 31 Oktober 2024 | 07:48 WIB
Kepala Bidang PPA II Kanwil DJPb NTB Maryono (tengah) saat memberikan keterangan, mengenai anggaran yang telah digelontorkan pemerintah pusat melalui APBN untuk pembangunan di NTB, Rabu (30/10).
Kepala Bidang PPA II Kanwil DJPb NTB Maryono (tengah) saat memberikan keterangan, mengenai anggaran yang telah digelontorkan pemerintah pusat melalui APBN untuk pembangunan di NTB, Rabu (30/10).

LombokPost--APBN berperan penting, dalam pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah (Loteng).

Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) II Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) NTB Maryono mengungkapkan penataan KEK Mandalika yang telah berlangsung sejak tahun 2020, mencapai realisasi belanja di angka Rp 1,3 triliun.

“Pemerintah terus berupaya mendukung penciptaan kawasan ekonomi di KEK Mandalika, dengan pembangunan proyek dukungannya,” jelas dia, saat konferensi pers Kinerja Fiskal dan Perekonomian usai Pagelaran MotoGP 2024, di Sirkuit Mandalika, Rabu (30/10).

Baca Juga: DZ Nilai Semua Kebijakan Butuh Komitmen Pemimpin

Adapun dukungan pemerintah pusat, yang digelontorkan anggaran pada tahun 2020 – 2021 sebesar Rp 813,06. Rinciannya, Rp 57,68 miliar untuk penataan kawasan destinasi wisata KEK Mandalika.

Rp 29,31 miliar untuk proyek pengendalian banjir. Rp 20 miliar penyediaan air baku bendungan Pengga untuk KEK Mandalika. Sedangkan Rp 706,07 miliar untuk membiayai proyek pembangunan jalan bypass Bandara Internasional Lombok (BIL) – Mandalika.

Kemudian di tahun 2022, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran Rp 482,12 miliar. Rinciannya, Rp 130,19 miliar untuk penyediaan air baku bendungan Pengga bagi KEK Mandalika.

Rp 351,93 Miliar untuk pembangunan jalan Bypass BIL - Mandalika dan pelebaran jalan Kuta – Keruak.

“Terakhir di 2023, pusat memberikan anggaran sebesar Rp 5,24 miliar, untuk penataan kawasan destinasi wisata Lombok Mandalika,” kata Maryono.

Baca Juga: Lampaui Target RPJMD, Realisasi Investasi NTB Januari-Septemper Mencapai Rp 36,9 Triliun

Terkait dukungan APBN di pemerintahan Prabowo-Gibran, untuk pengembangan KEK Mandalika, apakah disediakan kembali atau tidak di tahun 2025, dirinya belum bisa memastikan sekarang.

“Berapa dukungan dan dalam bentuk apa, belum bisa kita pastikan saat ini, mungkin setelah Januari 2025 bisa membedah datanya,” kata dia.

Namun yang pasti, pada Tahun 2023 dan 2024, penyelenggaraan MotoGP Mandalika mendorong penerimaan pajak di sektor pendukung pariwisata, seperti transportasi, akomodasi, dan penyewaan.

“Ini dapat dilihat dari pertumbuhan angsuran PPh 25 yang signifikan karena kenaikan penghasilan tahunan tahun sebelumnya,” terang Maryono.

Di samping itu, balapan internasional tersebut telah menjadi pendorong penting, bagi kemajuan ekonomi dan promosi destinasi wisata.

“Kontribusi positif dari sektor yang terlibat, menciptakan peluang jangka panjang bagi pertumbuhan pariwisata dan pengembangan infrastruktur di daerah serta penerimaan pajak,” tandasnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Wahyudin mengungkapkan gelaran MotoGP Mandalika 2024, telah membawa dampak yang cukup signifikan dalam pertumbuhan ekonomi NTB di triwulan II tahun ini.

Baca Juga: Ditjen Pemasyarakatan Apresiasi Produk Warga Binaan Lapas Lobar Kanwil Kemenkumham NTB

Seperti di lapangan usaha lapangan usaha transportasi dan pergudangan tumbuh 8,97 persen.

“Hal ini menunjukkan perkembangan yang baik menjelang perhelatan motoGP,” ujarnya.

Gambaran statistik pariwisata di Agustus 2024, yaitu satu bulan menjelang perhelatan MotoGP, dapat dilihat dari tingkat penghunian kamar (TPK) Hotel Bintang Bulan Agustus 2024 menunjukkan perkembangan positif tercatat sebesar 55,26 persen, naik sebesar 6,61 poin dibandingkan TPK Bulan Juli 2024 tercatat sebesar 48,65 persen.

TPK Hotel Non Bintang Bulan Agustus 2024 sebesar 35,20 persen, naik sebesar 1,24 poin dibanding TPK Bulan Juli 2024 sebesar 33,96 persen. Berikutnya, Rata-rata lama menginap (RLM) juga menunjukan peningkatan.

“RLM tamu di Hotel Bintang pada Bulan Agustus 2024 sebesar 2,02 hari dan mengalami kenaikan sebesar 0,03 hari dibandingkan RLM Bulan Juli 2024 sebesar 1,99 hari,” ujarnya.

Baca Juga: Bersedia Direlokasi, PKL Depan Eks Bandara Selaparang Minta Disediakan Fasilitas

“Sedangkan RLM tamu di Hotel Non Bintang pada Bulan Agustus 2024 selama 1,67 hari, dan mengalami penurunan sebesar 0,02 hari dibandingkan dengan RLM Bulan Juli 2024 sebesar 1,69 hari,” sambung Wahyudin.

Sementara itu, jumlah tamu yang menginap di Hotel Bintang pada Bulan Agustus 2024 tercatat sebanyak 120.457 orang yang terdiri dari 71.999 orang Tamu Dalam Negeri atau 59,77 persen, dan 48.458 orang Tamu Luar Negeri atau 40,23 persen.

Jumlah tamu yang menginap di Hotel Non Bintang pada Bulan Agustus tercatat sebanyak 106.776 orang yang terdiri dari 59.216 orang Tamu Dalam Negeri atau 55,46 persen, dan 47.560 orang Tamu Luar Negeri atau 44,54 persen.

“Peningkatan statistik pariwisata ini mencerminkan daya tarik, dan potensi pertumbuhan kawasan yang terus berkembang,” kata dia. (yun)

Editor : Kimda Farida
#proyek strategis nasional (psn) #apbn #KEK Mandalika #Pariwisata