LombokPost – Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Niken Arumdati, ST,M.Sc mempresentasikan berbagai peluang investasi di sektor energi terbarukan yang didukung pembiayaan dari Bank Indonesia Perwakilan NTB.
Beberapa proyek energi terbarukan yang ditawarkan kepada investor yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLT Bayu), dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLT Sampah).
“Ketiga proyek ini sudah melewati studi pra-kelayakan (Pra-FS) yang bekerja sama dengan Danish Energy Agency dari Denmark,” kata Niken Arumdati saat melakukan presentasi di hadapan sejumlah investor di Jakarta (31/10).
Analisis ini menekankan pada potensi besar NTB dalam memanfaatkan energi surya, angin, dan sampah untuk mendukung kebutuhan listrik yang berkelanjutan, dengan pertimbangan dampak lingkungan yang minimal.
Hasil promosi ini mendapat respons positif dari perusahaan energi asal Belanda, Am Power, yang dikenal sebagai produsen baterai pintar (smart batteries).
Perusahaan tersebut tertarik berinvestasi dalam pengembangan PLTS on-grid yang dilengkapi dengan sistem penyimpanan energi baterai atau Battery Energy Storage System (BESS).
Teknologi ini dinilai penting untuk stabilitas pasokan listrik berbasis energi terbarukan, terutama di wilayah NTB yang terus berupaya mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Sebagai langkah konkret, Am Power telah menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan pihak NTB, yang diwakili Kepala Dinas ESDM Provinsi NTB, H. Sahdan, ST, MT.
Sahdan mengapresiasi ketertarikan Am Power terhadap peluang energi terbarukan di NTB. Investasi ini penting dalam mendukung target energi bersih NTB dan Indonesia secara umum.
“Investasi ini menjadi bagian dari upaya kami dalam menciptakan ekosistem energi terbarukan yang berkelanjutan di NTB. Dengan adanya PLTS yang terintegrasi dengan teknologi BESS, kita dapat memastikan ketersediaan energi yang stabil dan berkesinambungan bagi masyarakat NTB,” katanya.
Investasi dari Am Power juga akan membawa manfaat dalam hal transfer teknologi dan peningkatan keterampilan lokal. Dengan adanya investasi dari perusahaan internasional seperti Am Power, akan terjadi proses transfer teknologi yang bermanfaat bagi tenaga kerja lokal.
Peningkatan kapasitas ini sangat penting untuk memastikan masyarakat NTB tidak hanya menikmati hasil. Tetapi juga terlibat langsung dalam pengembangan teknologi energi terbarukan.
Kolaborasi ini sejalan dengan visi NTB untuk menjadi salah satu pusat energi terbarukan di Indonesia. “NTB memiliki potensi energi surya, angin, dan biomassa yang melimpah. Kami ingin menjadikan NTB sebagai percontohan dalam mengimplementasikan energi bersih dengan dukungan teknologi canggih,” katanya.
Ditambahkan, kerja sama dengan Am Power ini akan memacu minat investor lain untuk melihat NTB sebagai wilayah yang potensial dalam transisi energi bersih. “Kami yakin, kerja sama dengan Am Power ini akan menjadi pintu masuk bagi investasi hijau lainnya,” jelasnya.
Kerja sama ini bukan hanya tentang mencapai target emisi nol bersih, tetapi juga membangun fondasi ekonomi hijau yang berdaya saing tinggi.
Kolaborasi antara NTB dan Am Power ini diharapkan menjadi titik awal bagi perkembangan ekosistem energi terbarukan yang lebih luas di Indonesia serta mendorong kemandirian energi. Investasi ini diharapkan akan membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi lokal, sejalan dengan upaya NTB dalam mencapai target emisi nol bersih pada 2050.(lil)
Editor : Haliludin