LombokPost-DPD Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) NTB menggelar rapat koordinasi dan konsolidasi, Sabtu (30/11).
Rapat dihadiri 40 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) pusat dan cabang yang ada di NTB.
”Agenda konsolidasi ini adalah pembentukan pengurus dan rencana kerja Apjati NTB ke depan,” jelas Ketua DPD Apjati NTB H Edy Sopyan.
Dia merasa antusias melihat semangat anggota pada kepengurusan yang baru dinakhodainya tersebut.
Sebelum ini, Apjati NTB empat tahun lebih kurang aktif dan tidak menjalankan peran dengan maksimal.
”Dalam rapat koordinasi yang pertama ini, saya menyampaikan program jangka pendek di akhir tahun. InsyaAllah programnya adalah pelepasan 1.000 orang PMI dari anggota Apjati NTB yang akan dilepas oleh menteri P2MI,” paparnya.
Acara pelepasan juga akan dilanjutkan launching Kantor Apjati NTB dan pelantikan pengurus oleh menteri terkait.
Program jangka pendek lainnya, selesai pelantikan pengurus akan roadshow ke kabupaten/kota se-NTB utk melantik pengurus DPC sekaligus penyampaian visi misi Apjati jangka panjang.
Beberapa program jangka panjang yakni berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Apjati akan berupaya maksimal mempermudah proses pengiriman pekerja migran. Tentunya tanpa mengabaikan perlindungan PMI.
”Proses yang susah dan berbelit belit inilah jadi pemicu PMI ilegal,” terang pria yang menjabat komisaris utama PT Cipta Rezeki Utama tersebut.
Saat ini, jika PMI berangkat melalui jalur resmi melalui P3MI, mereka bisa berangkat tiga sampai enam bulan.
”Sementara untuk jalur ilegal hari ini siap paspor, tiga hari kemudian sudah bisa sampai negara tujuan,” sambungnya.
Untuk program jangka panjang lainnya, DPD dan DPP Apjati akan roadshow ke Jepang, Hongkong, Taiwan, Eropa dan Australia.
Dilakukan untuk memperluas peluang kerja Gen Z di luar negeri. Sekaligus mencari pengalaman dan modal untuk menjadi pengusaha muda di daerah sendiri.
Dengan demikian, mereka bisa membangkitkan ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja untuk generasi berikutnya.
”DPD Apjati NTB siap mendunia. Kami menargetkan bisa membuka peluang kerja ke luar negeri minimal 50.000 per tahun, InsyaAllah," ucapnya.
Jika ini terwujud NTB setiap tahun akan mendapatkan tambahan devisa sekitar Rp 3 triliun per tahun.
”Bayangkan kalau ada 200.000 warga NTB bekerja di luar negeri,” terangnya.
Anggota DPR RI H Muazzim Akbar yang juga hadir dalam rapat ini meyakini P3MI di NTB bisa bangkit kembali.
Muazzim yakin P3MI yang tergabung dalam APJATI NTB bisa membantu pemerintah mengurangi pengangguran.
”PMI bisa mengirim devisa sebanyak banyaknya untuk memakmurkan keluarga dan membantu perekonomian daerah khususnya NTB. Harapan yang kedua mengurangi pemberangkan secara ilegal dan meningkatkan Perlindungan PMI di luar negeri,” pungkasnya. (ton/r9)
Editor : Kimda Farida