Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Menbud Fadli Zon : Taman Budaya NTB Perlu Direvitalisasi

Sanchia Vaneka • Kamis, 9 Januari 2025 | 11:19 WIB

 

KUNJUNGAN KERJA: Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kiri) saat berkunjung ke Taman Budaya NTB, Selasa (7/1). 
KUNJUNGAN KERJA: Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kiri) saat berkunjung ke Taman Budaya NTB, Selasa (7/1). 
 

 

LombokPost-Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon melakukan kunjungan ke Taman Budaya NTB pada Selasa (7/1). Melihat kondisi Taman Budaya, NTB dirinya menyatakan adanya penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk kegiatan di Taman Budaya tiap tahunnya. 

”Dan sebenarnya ini juga butuh sentuhan fisik,” kata Fadli Zon, di Taman Budaya NTB Selasa (7/1). 

Fadli Zon menyatakan, sentuhan fisik atau renovasi bangunan Taman Budaya perlu dilakukan untuk menarik generasi muda beraktivitas. Hal tersebut diperlukan adanya kerja sama dengan pemerintah provinsi maupun daerah. 

“Sehingga mereka datang ke sini selain untuk mencari hiburan, yang penting bagaimana mereka mengapresiasi seni budaya baik yang tradisi maupun kontemporer,” terangnya. 

Disebutkannya, Taman Budaya adalah sebuah wadah untuk menyemarakkan kegiatan seni budaya. Baik untuk seni pertunjukkan, teater, musik, dan jenis ekspresi budaya yang lain. 

“Kita berharap taman-taman budaya semakin semangat dan semarak lagi kegiatannya,” 

Selain itu, dalam kunjungannya selama dua hari di Lombok, Fadli Zon telah mengunjungi situs cagar budaya Taman Narmada, dan beberapa desa adat. Juga ke Museum NTB memiliki koleksi warisan budaya yang banyak. Naskah lontar terdapat sekitar 1300 akuisisi yang terhenti sejak 2006 lalu. 

“Apalagi kalau terus menerus dilakukan akuisisi manuskrip termasuk mungkin Al-Quran dan kitab tasawuf fiqh, memang perlu satu penanganan,” jelasnya. 

Dengan itu, dirinya mendorong agar NTB memiliki Balai Pelestarian Kebudayaan sendiri. Karena NTB menurutnya memiliki warisan budaya yang besar. 

“Warisan budaya tak benda, intangible culture heritage ini juga sangat besar,” sebutnya. 

Sebelumnya, Direktur Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan (APK) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), Didik Darmanto, mengatakan Bappenas melakukan intervensi kebudayaan melalui pemberian Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik baik di taman budaya maupun museum. Ditujukan untuk pengembangan program kegiatan dengan syarat adanya lembaga yang menangani kebudayaan di daerah tersebut.

“Meskipun kami tidak mensyaratkan lembaga atau dinas kebudayaan tersebut berdiri sendiri. Tetapi itu harus ada,” jelasnya. 

Dimensi warisan budaya di NTB jauh lebih rendah dibandingkan capaian rata-rata nasional bisa jadi disebabkan oleh pendaftaran warisan budaya NTB yang kurang optimal. Dengan itu disebutkan, perlu adanya penguatan kelembagaan untuk melestarikan warisan budaya.

“Ini yang perlu kita cek,” tandasnya. (chi/r11)

Editor : Redaksi Lombok Post
#renovasi #taman budaya #tradisi #fadli zon #kebudayaan #bangunan #menteri #fisik #seni budaya #NTB