LombokPost-Presiden telah menetapkan bahwa pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur NTB terpilih, Lalu Muhammad Iqbal-Indah Dhamayanti, akan dilaksanakan serentak pada 6 Februari mendatang. Pemprov NTB kini tengah mempersiapkan penyambutan usai pelantikan tersebut.
"Untuk daerah, nanti kami siapkan perayaan untuk menyambut gubernur baru. Saya sudah bertemu dengan gubernur terpilih (Iqbal, Red), dan penyambutannya diminta sederhana saja," ujar Kepala Bagian Umum Setda Pemprov NTB Hendra Saputra.
Rencananya, perayaan gubernur-wakil gubernur akan digelar di Teras Udayana, Mataram. Saat ini, pihaknya sedang menyiapkan rundown acara. "Kami masih rapatkan apakah nanti akan ada pesta rakyat atau tidak," tambahnya.
Iqbal juga meminta agar tidak ada arak-arakan. "Yang pasti, pada pesta perayaan nanti, kami akan menjalankannya lebih merakyat. Sederhana tetapi merakyat," ungkapnya.
Hendra mengatakan, pelantikan gubernur secara serentak di Jakarta akan dilakukan secara terpisah, karena tidak memungkinkan dilaksanakan di Istana Negara. "Makanya, nanti tanggal 30 Januari akan ada zoom meeting. Apakah akan diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia atau menggunakan gelombang. Itu yang masih belum ditentukan," tambahnya.
Sementara itu, Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi, menambahkan bahwa Pemprov NTB akan menyambut dengan baik gubernur dan wakil gubernur terpilih. Mereka akan langsung menempati gedung baru. "Kantor baru sudah selesai. Tinggal ditempati. Nanti, gubernur baru yang akan langsung menempatinya," kata Gita.
Gita melanjutkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan tim transisi Iqbal-Dinda untuk membahas APBD, guna mendukung program-program yang dicanangkan. "Kami tetap berkomunikasi agar program dan janji kampanye bisa terwujud," katanya.
Ketua Tim Transisi Iqbal-Dinda, Adhar Hakim, menegaskan bahwa perayaan pelantikan gubernur terpilih yang sederhana dan merakyat adalah atas permintaan Iqbal. "Dia dipilih oleh rakyat, jadi harus memimpin dengan cara yang merakyat," ujar Adhar.
Menurutnya, tidak ada kegiatan yang berlebihan. "Tugas sebagai gubernur tidak mudah. Banyak persoalan yang harus diselesaikan di NTB. Ada banyak program yang harus dijalankan. Kami tidak ingin menunjukkan euforia, tapi bukti bahwa persoalan di NTB bisa teratasi," pungkasnya. (arl/r7)
Editor : Rury Anjas Andita