Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Zero Waste Rinjani Tak Pengaruhi Minat Pendakian, Jumlah Kunjungan Melonjak 189 Ribu Wisatawan

Yuyun Kutari • Kamis, 6 Februari 2025 | 13:12 WIB

 

DAYA TARIK: Seorang pendaki sedang beristirahat di Pos 2 Rinjani, ini merupakan salah satu pos pemberhentian dalam pendakian Gunung Rinjani, yang berada di pintu masuk pendakian Sembalun.
DAYA TARIK: Seorang pendaki sedang beristirahat di Pos 2 Rinjani, ini merupakan salah satu pos pemberhentian dalam pendakian Gunung Rinjani, yang berada di pintu masuk pendakian Sembalun.
 

LombokPost-Tren pendakian di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) meningkat setiap tahun pasca-pandemi.

Pada 2023, jumlah kunjungan mencapai sekitar 140 ribu orang, sementara pada 2024 melonjak menjadi 189 ribu wisatawan, meningkat sekitar 64 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Balai TNGR Yarman mengatakan, karena daya tarik Rinjani semakin tinggi, diperlukan konsep wisata berkelanjutan.

Karena itu, tahun ini, kebijakan pendakian mengedepankan kebersihan.

“Pengunjung akan membawa sampah balik saat turun dan menggunakan wadah khusus. Ini akan menjadi evaluasi ke depan untuk memastikan konsep zero waste berjalan maksimal,” jelasnya.

Sebagai informasi, empat pintu pendakian Rinjani saat ini ditutup dan akan dibuka pada April mendatang.

Pada momen ini, Balai TNGR melakukan sosialisasi mengenai kebijakan yang diterapkan mulai tahun ini, di mana pendaki diminta untuk tidak membawa barang plastik sekali pakai dan untuk membawa turun sampah secara disiplin.

“Kami akan terus menyampaikan informasi ini,” ujar Yarman.

Menurutnya, kebijakan ini tidak akan mempengaruhi minat wisatawan asing maupun lokal untuk mendaki Rinjani.

Kebijakan zero waste diterapkan untuk mendukung konservasi taman nasional dengan mengurangi sampah di kawasan tersebut.

“Saya rasa ini akan diterima baik oleh para pendaki. Ibaratnya rumah, jika kotor siapa yang mau datang bertamu, begitu juga dengan gunung ini, kita semua harus menjaga kebersihannya,” kata Yarman.

Selain wisata pendakian, wisata non-pendakian juga perlu dijaga kebersihannya.

Balai TNGR memiliki 21 destinasi non-pendakian yang dapat menjadi pilihan wisata masyarakat, di antaranya Air Terjun Tiu Ngumbak, Otak Kokok Joben (Joben Eco Park), Telaga Biru, Gunung Kukus, Air Terjun Mayung Polak, Sebau, Savana Propok, dan Air Terjun Mangku Sakti.

Secara bertahap, wisata non-pendakian juga menerapkan pemesanan tiket secara online melalui aplikasi eRinjani.

Berkaitan dengan pengelolaan sampah di kawasan TNGR, pihaknya telah berdiskusi dengan Kepala Desa Sajang mengenai pentingnya pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST).

Diharapkan ada dukungan dari Pemkab Lombok Timur (Lotim) dan Pemprov NTB untuk merealisasikan TPST.

“Ini yang kami harapkan,” tandasnya.

Kepala Dispar NTB H Jamaluddin Malady mendukung kebijakan TNGR dan menyarankan agar pendaki membawa tumbler saat pintu pendakian dibuka.

“Botol plastik harus diganti dengan tumbler. Makanan, minuman, dan ikan masukkan dalam kemasan. Di tumbler atau tupperware ada QR code supaya teman-teman pariwisata bisa langsung scan,” terangnya. (yun/r7)

Editor : Kimda Farida
#kunjungan #online #TNGR #rinjani #pendakian #kawasan #gunung #Sosialisasi #kebijakan #Pariwisata