LombokPost--Badan Urusan Logistik (Bulog) Lombok Timur (Lotim) menggandeng TNI untuk penyerapan gabah/beras para petani.
“Kita di Lotim punya target 34.000 ton sampai dengan bulan April mendatang. Dengan adanya pertemuan dengan Bulog, Distan, mitra Bulog. Saya yakin target itu bisa kita capai,” terang Komandan Kodim 1615/Lotim Letkol Inf Bayu Sigit Dwi Untoro, Selasa (18/2).
Ditegaskan persaingan dengan tengkulak yang kerap memainkan harga bukan menjadi masalah untuk tercapainya target tersebut.
Saat ini Babinsa terlibat dan sangat paham dengan tugasnya.
Yang dikerjakan TNI, mulai dari sosialisasi hingga membuat data dan lainnya.
“Silakan teman-teman Babinsa untuk membantu para petani,” imbuhnya.
Dilanjutkan, biaya pengiriman ke penggilingan sampai dengan menjadi beras, bahkan sampai pengiriman ke Bulog sudah ditanggung ongkosnya.
Para petani tinggal membawa ke pinggir jalan kemudian akan dijemput oleh tim.
Untuk mempercepat proses penyerapan gabah petani dan pengiriman ke Bulog, Babinsa bisa membantu pengiriman ke penggilingan.
Biaya pengiriman bisa diambil langsung dengan besaran Rp 200 per kilogram.
“Silakan, itu di perbolehkan. Mau dilakukan oleh Bulog, mitra ataupun dari Babinsa sendiri yang mengantarkan ke penggilingan,” tandasnya.
Kepala Cabang Bulog Lotim Supermansyah menambahkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) tahun ini menjadi yang tertinggi, yakni Rp 6.500 per kilogram.
Baca Juga: KONI Lobar Buka Pendaftaran Balon Ketua hingga 24 Februari 2025
Sedangkan untuk pembelian beras Rp 12.000 per kilogram.
“Untuk mengantisipasi adanya permainan harga oleh tengkulak, kami bersama TNI akan gencarkan sosialisasi kepada petani dan kelompok tani terhadap harga gabah,” ujarnya.
Terpisah, Perum Bulog Kanwil NTB juga memberikan sosialisasi kepada prajurit TNI di Kodim 1620/Lombok Tengah (Loteng).
“Karena Bulog akan membeli gabah petani secara langsung di tempat, tanpa perantara baik itu perorangan maupun kelompok tani dengan harga Rp 6.500 per Kilogram (kg) dan bukan kepada tengkulak,” tegas Kepala Perwakilan Wilayah (Pimwil) Bulog NTB Srimuniati, Selasa (18/2).
Dalam sosialisasi ini, pihaknya menjelaskan kepada prajurit TNI mengenai mekanisme serapan gabah petani, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Bulog.
“Penting bagi kita semua untuk menjaga ketersediaan pangan. Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan melakukan serapan gabah secara maksimal, sehingga produksi petani bisa disalurkan dengan baik,” terangnya.
“Kita ingin melihat petani tersenyum dengan harga pembelian gabah sesuai HPP yang sudah ditetapkan pemerintah. Sebab, target 1.860 Ton gabah untuk NTB ini harus tercapai,” kata dia.
Komandan Kodim 1620/Loteng Letkol Kav Andi Yusuf Kertanegara menyambut baik kegiatan ini.
Ia berharap agar sosialisasi tersebut dapat memberikan wawasan baru bagi prajurit.
“Kami siap mendukung dan berperan aktif dalam memperlancar program ini demi kesejahteraan masyarakat,” ucap dandim.
Saat ini, Kodim 1620/Loteng dan Bulog melakukan pemetakan lokasi tanam dan padi siap panen menjadi gabah untuk didata baik volume, luas, maupun tonasenya.
“Dengan harapan para petani akan tetap semangat untuk menjual gabahnya kepada Bulog dan tidak lagi percaya sama tengkulak maupun pihak-pihak yang dapat merugikan petani,” tutup Andi. (par/ewi/r6)
Editor : Kimda Farida