LombokPost-Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB Iswandi menjelaskan ada tiga isu prioritas yang harus dikawal Iqbal-Dinda selama periode kepemimpinan dalam lima tahun ke depan. Mulai dari pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan menjadikan NTB destinasi kelas dunia.
Menurut dia anggaran pembangunan lima tahun ke depan yang dirancang OPD mampu mengintervensi 106 kegiatan strategis kepala daerah terpilih. “Khususnya pengentasan kemiskinan ke depan, seluruh OPD Provinsi NTB menggunakan satu data tunggal. Kita masih menunggu hasil pengolahan data antara P3KE dan regsosek,” ujarnya.
Program yang telah dijanjikan Iqbal-Dinda saat kampanye akan direalisasikan secara bertahap, seperti bantuan desa akan dimulai dengan 100 desa. “Basis pembangunan berpusat dari desa akan menjadi kebijakan dan pedoman menetapkan lokasi dan alokasi anggaran kedepannya,” kata Iswandi.
Untuk mendukung realisasi tiga isu prioritas dikawal Iqbal-Dinda, yang tertuang di dalam dokumen RPJMD, terdapat 106 kegiatan strategis untuk menyelesaikan tiga fokus utama tersebut. Lebih rinci lagi, semuanya dikelompokkan dalam 19 prioritas daerah dengan orkestrasi 10 program unggulan, seperti NTB Sehat dan Cerdas, Desa Berdaya, NTB Inkluisif, NTB Agro Maritim, Ekraf Mendunia, NTB Pariwisata Berkualitas, NTB Lestari Berkelanjutan, NTB Connected, Good n Smart Governance, NTB Terampil dan Tangkas.
“Proses ini terus dimatangkan dan pada bulan Maret akan diadakan Musrenbang untuk mendapatkan arahan prioritas daerah dari gubernur dan wakil gubernur NTB yang baru,” kata Iswandi.
Iswandi berharap OPD lingkup Pemprov NTB bisa saling menguatkan kolaborasi strategis lintas sektoral. Ini untuk mencapai komitmen bersama, dalam mewujudkan target kinerja pembangunan, penguatan data mikro hingga ke level desa, dan menghasilkan dokumen perencanaan yang berkualitas.
“Program kegiatan OPD harus berdampak pada penurunan kemiskinan dan stunting; ketahanan pangan, peningkatan pendapatan per kapita dan NTB sebagai destinasi pariwisata yang mendunia dengan angka kunjungan wisatawan yang terus meningkat,” jelasnya.
Soal efisiensi anggaran, menurutnya, ini juga tantangan yang harus dihadapi bersama. “Tentunya tiap-tiap pemimpin punya strategi, dan strategi yang perlu dibangun ini adalah sinergitas,” kata dia.
Kepala daerah perlu menguatkan pemda kabupaten dan kota di tengah keterbatasan fiskal. Agar mereka turut fokus pada agenda yang sama, sehingga sumber daya yang terbatas benar-benar optimal, dan tak kalah penting menguatkan mitra pembangunan, investasi swasta maupun penanaman modal asing. (yun/r3)
Editor : Rury Anjas Andita