LombokPost-Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai kado ulang tahun dari negara bagi masyarakat telah dimulai sejak 10 Februari. “Program ini bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB dr HL Hamzi Fikri.
Sebanyak 177 puskesmas di NTB kini menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP) bekerja sama dengan dikes kabupaten/kota untuk melaksanakan CKG. Jumlah sasaran program ini mencapai 4.651.921 orang, terdiri dari ibu hamil dan bayi 112.438 orang, balita pra-sekolah 614.442 anak, remaja usia 18 tahun ke atas 3.369.469 orang, serta lansia 553.372 orang.
“Tapi ini bertahap. Februari ini untuk usia 0-6 tahun dan 18 tahun ke atas. Usia 7-17 tahun kemungkinan dimulai Juli, begitu juga ibu hamil dan balita,” ujarnya.
CKG mencakup pemeriksaan bayi baru lahir, deteksi penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan kanker, hingga pemeriksaan kesehatan mata, telinga, dan gigi. Pelaksanaannya tetap dipantau, meski saat ini pemerintah masih membatasi kuota per puskesmas maksimal 30 orang per hari.
Namun, Fikri mengakui program ini masih sepi peminat. “Tidak ada yang mencapai kuota maksimal. Sosialisasi masih lemah, ini yang sedang kami perkuat,” katanya.
Jika di suatu puskesmas jumlah peserta melebihi kuota, petugas tetap harus melayani. “Harus tetap dilayani, tidak boleh ditolak,” tegasnya. Jika ada penolakan, masyarakat bisa melapor ke dikes kabupaten/kota untuk evaluasi kepala puskesmas.
Untuk mengikuti program ini, masyarakat dapat mengunduh aplikasi SatuSehat, mengisi biodata, memilih tanggal pemeriksaan, dan mendapatkan tiket layanan.
“CKG ini kesempatan bagi masyarakat yang berulang tahun, sebagai hadiah dari negara. Ini program yang positif,” tandas Fikri.
Kepala Dikes Kota Mataram dr H Emirald Isfihan menambahkan, program ini sangat penting karena deteksi dini meningkatkan peluang kesembuhan. (yun/r7)
Editor : Jelo Sangaji