Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lombok Utara Jadi Pusat Observasi Hilal, Kemenag NTB Gelontorkan Anggaran Rp 1,5 Miliar

nur cahaya • Senin, 3 Maret 2025 | 10:09 WIB

 

SELAMAT DATANG RAMADAN: Kanwil Kemenag NTB bersama Stasiun Geofisika Mataram, UIN Mataram, serta Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), saat melaksanakan kegiatan pengamatan Hilal di Mataram.
SELAMAT DATANG RAMADAN: Kanwil Kemenag NTB bersama Stasiun Geofisika Mataram, UIN Mataram, serta Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), saat melaksanakan kegiatan pengamatan Hilal di Mataram.
 

LombokPost-Pemerintah pusat mengalokasikan Rp1,5 miliar untuk pembangunan Pusat Observasi Bulan (POB) di NTB. Anggaran tersebut disalurkan melalui Kanwil Kemenag NTB guna mendukung rukyatul hilal sebagai penentu awal Ramadan.

“Sudah masuk dalam pagu kami,” kata Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kanwil Kemenag NTB H Azharuddin.

Gedung POB dibangun di atas lahan 10 are dengan ketinggian 300 meter di atas permukaan laut. Menara pantau setinggi 30 meter akan berdiri di Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Berdasarkan survei konsultan perencana, lokasi ini dinilai ideal untuk observasi hilal.

“Topografinya mirip dengan POB Syekh Belabelu Parangtritis, Yogyakarta,” ujarnya.

Sebelumnya, Kanwil Kemenag NTB dan konsultan telah melakukan survei ke beberapa lokasi, termasuk Sekotong. Pemkab Lombok Utara sempat menawarkan pembangunan POB di Kantor Urusan Agama (KUA) Pemenang, namun lokasi itu dianggap rawan gempa.

“Kami sudah survei beberapa lokasi, termasuk di Sekotong. Awalnya ingin dibangun di KUA Pemenang, tetapi konsultan menilai lokasi itu tidak memenuhi syarat karena ketinggian menara POB minimal 30 meter, sementara daerah tersebut rawan gempa. Akhirnya, kami pilih perbukitan di Desa Sokong,” jelasnya.

Azharuddin mengatakan Rp 1,5 miliar adalah dana tahap awal. Jika pembangunan POB dilengkapi seluruh peralatan, total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 4 miliar-Rp 5 miliar.

“Pembangunan ini bertahap karena kondisi keuangan negara sedang efisiensi,” ujarnya.

Saat ini, proyek masih dalam tahap perencanaan. Dari anggaran yang tersedia, Rp 300 juta dialokasikan untuk jasa perencana dan pengawasan, sementara Rp 1,2 miliar untuk pekerjaan fisik. Targetnya, gedung rampung pada Juli.

“Anggaran sudah keluar dan pembangunannya akan segera dimulai. Insyaallah tuntas Juli mendatang,” katanya.

Kanwil Kemenag NTB berharap pembangunan berjalan lancar agar tahun depan observasi hilal dapat terpusat di Lombok Utara.

“Mudah-mudahan tidak ada kendala, sehingga tahun depan kita tidak lagi mengamati hilal di Pantai Loang Baloq, tetapi di Lombok Utara dengan fasilitas yang lebih memadai,” tandasnya.

Kepala Kanwil Kemenag NTB H Zamroni Aziz menambahkan, pemantauan hilal di Lombok Utara diharapkan meningkatkan kualitas dan akurasi data. Lokasi POB dinilai ideal dan minim gangguan.

“Dengan adanya gedung POB ini, pemantauan hilal akan lebih akurat dan optimal,” katanya. (yun/r7)

Editor : Jelo Sangaji
#Pembangunan #Hilal #Kemenag #dana #Pusat #pemerintah #gedung #bulan #observasi #akurasi #Tahap Awal #Bimas