LombokPost-Dinas Perhubungan (Dishub) NTB terus mengawasi kapal-kapal yang beroperasi di lintasan Pelabuhan Kayangan Lombok Timur menuju Pelabuhan Poto Tano Sumbawa Barat, serta sebaliknya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan pengguna layanan angkutan penyeberangan.
"Kami terus berupaya memastikan pelayanan bagi pengguna penyeberangan memenuhi standar pelayanan minimal," kata Kepala Dishub NTB H Lalu Mohammad Faozal, Jumat (7/3).
Faozal menegaskan, pengawasan ini bertujuan menjamin kenyamanan, keamanan, dan keselamatan penumpang. Terlebih dalam beberapa hari ke depan, arus penumpang diperkirakan meningkat menjelang mudik Lebaran 2025.
"Situasi sekarang masih normal, tetapi beberapa hari ke depan akan ada lonjakan penumpang. Karena itu, sejak sekarang kami pastikan layanan penyeberangan sesuai SPM," jelasnya.
Dishub NTB fokus mengawasi sejumlah aspek, termasuk ketersediaan fasilitas keselamatan, kebersihan kapal, serta ketepatan jadwal keberangkatan dan kedatangan. Selain itu, pihaknya juga memastikan kepatuhan perusahaan pelayaran terhadap surat imbauan Nomor 500.11/226/Dishub/III.
Dalam surat tersebut, seluruh kapal dilarang keras menyewakan bantal, matras, tikar, maupun kamar kepada penumpang. Selain itu, perusahaan kapal tidak boleh menarik biaya dalam bentuk apa pun untuk pengisian daya telepon seluler atau perangkat elektronik lainnya di atas kapal.
"Perusahaan pelayaran tidak boleh main-main dengan kenyamanan masyarakat pengguna jasa," tegasnya.
Petugas Dishub juga memastikan kelancaran bongkar muat penumpang dan kendaraan di atas kapal. Dengan pengawasan ini, diharapkan operator kapal dapat meningkatkan kualitas layanan sesuai standar yang ditetapkan.
"Selama Ramadan, pengawasan akan dilakukan setiap hari. Kami juga mengajak masyarakat berperan aktif memberikan masukan demi meningkatkan pelayanan transportasi penyeberangan di lintasan Kayangan - Pototano," tandas Faozal. (yun/r7)
Editor : Rury Anjas Andita